Kisah Paskalis, Anak Petani dari Papua Mengejar Mimpi ke Amerika Demi Keluarga, 10 Tahun Tak Bertemu Ibu

Kompas.com - 02/08/2020, 15:01 WIB
Paskalis (ke-2 dari kanan) bersama keluarganya di Papua (Dok: Paskalis Kaipman) Dokumen Paskalis KaipmanPaskalis (ke-2 dari kanan) bersama keluarganya di Papua (Dok: Paskalis Kaipman)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Paskalis Kaipman (31) anak seorang petani di Boven Digoel, Papua berhasil menyelesaikan kuliah S2 di Amerika.

Setelah 10 tahun meninggalkan rumah, ia tak mengenal sang ibu saat kembali ke tanah Papua.

Dilansir dari VOA Indonesia, Paskalis adalah anak pertama dari lima bersaudara. Mereka berasal dari keluarga yang sederhana.

Baca juga: Cerita Dingo, Anjing Bernyanyi Papua yang Viral, Dianggap Sakral Suku Moni di Pegunungan Carstenz

Bersama adik-adiknya, ia membantu ibunya bekerja dari pagi hingga malam hanya untuk sekali makan. Menurut Paskalis, sang ibu cacat sehingga tak bisa bekerja terlalu keras.

“Mama juga kebetulan dia cacat, tidak bisa kerja yang keras-keras untuk menghasilkan uang,” ujarnya.

Tanggung jawabnya sebagai putra pertama dari lima bersaudara bertambah ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 2006, ketika ia masih duduk di bangku SMP kelas 3.

Memikul peran dan tanggung jawab sebagai pengganti ayah, keluarganya lalu memutuskan untuk meneruskan pendidikannya, namun terpaksa memberhentikan pendidikan adik-adiknya, mengingat keterbatasan ekonomi pada waktu itu.

Baca juga: Tahun Ini, Persiapan PON Papua Rampung

“Kakak aja yang sekolah. Kemudian kalau kakak bisa berhasil nanti, bisa bantu orang tua lihat adik-adik,” kata Paskalis dilansir dari VOA Indonesia.

Ia mengenang saat masih di duduk di bangku sekolah dasar di kampungnya. Kala itu hanya ada satu guru yang mengjar kelas 1 hingga kelas 6.

Sang guru juga merangkap sebagai kepaal sekolah.

“Bisa kadang masuk dari Senin sampai Rabu. Kamis, Jumat nggak. Jadi kami tahu, kalau dikasih informasi ya. Kami punya waktu misalnya dua hari untuk full day bantu orang tua.”

Karena ingin mengubah kondisi ekonomi keluarganya, Paskalis berusaha untuk meraih pendidikan setinggi mungkin.

Baca juga: Pesawat Pengangkut Bansos ke Paniai, Papua, Tergelincir Keluar Landasan Saat Mendarat

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X