Cerita Dingo, Anjing Bernyanyi Papua yang Viral, Dianggap Sakral Suku Moni di Pegunungan Carstensz

Kompas.com - 02/08/2020, 13:53 WIB
Seekor New Guinea singing dog yang berhasil didokumentasikan tim Balai TN Lorentz di sekitar Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada ketinggian 3.200 MDPL di tahun 2013. Dok Balai TN LorentzSeekor New Guinea singing dog yang berhasil didokumentasikan tim Balai TN Lorentz di sekitar Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada ketinggian 3.200 MDPL di tahun 2013.

Yang paling ekstrim, Dingo diyakini bisa berubah menjadi manusia dan menjadi kanibal.

"Dia kalau malam hari bisa berubah jadi manusia dan siang hari jadi anjing. Dia bisa makan manusia, tetapi bukan langsung datang makan manusianya, dia kirim angin atau es dulu, baru orangnya secara alamiah dia tewas atau tertidur, baru (Dingo) dia datang makan. Tetapi orang tertentu yang dianggap musuh, biasanya marga-marga lain. Sementara marganya kami, dia berbagi kasih, dia datang minta makan, hebatnya dia bisa kumpul di suatu gunung dan bernyanyi," tuturnya.

Baca juga: Anjing Bernyanyi Papua Disebut Paling Primitif, Sensitif terhadap Cahaya Bulan Purnama

Namun untuk beberapa marga dari Suku Moni, sambung Maximus yang juga berprofesi sebagai pemandu bagi pendaki puncak Carstensz, Dingo kerap datang dan meminta makan.

Makanan yang diberi pun bukan berupa daging, melainkan umbi-umbian yang menurut Maximus, juga disukai oleh Dingo.

 

Kisah Dingo harus dibukukan

Berapa populasi Dingo, hingga kini masih menjadi misteri karena sejauh ini belum ada penelitian yang secara khusus dilakukan untuk mengungkap hal tersebut.

Maximus sendiri meyakini bila Dingo sudah terancam punah sehingga perlu ada segera penelitian ilmiah untuk menentukan tindakan apa yang paling tepat untuk menyelamatkan spesies tersebut.

"Dingo sangat terancam punah, itulah kita perlu segera buat penelitian dan perlu ada sponsor dari berbagai pihak terutama Pemprov Papua bekerja sama dengan akademisi Uncen dan masyarakat adat, ini berbicara tentang jati diri Papua," kata dia.

Baca juga: 5 Fakta Anjing Bernyanyi Papua yang Viral, dari Hampir Punah hingga Tak Bisa Menggonggong

Selain untuk menyelamatkan populasinya, cerita rakyat/mitos tentang Dingo pun ia anggap perlu segera dibukukan agar kisahnya tidak lenyap.

DIngo, menurut Maximus, bukan hanya sekedar hewan, tetapi juga menjadi pelengkap bagi jati diri Papua yang memiliki kekayaan alam melimpah.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Orang Positif Corona, PN Bandung Ditutup

15 Orang Positif Corona, PN Bandung Ditutup

Regional
Bintara Polisi Ini 2 Kali Terlibat Kasus Narkoba

Bintara Polisi Ini 2 Kali Terlibat Kasus Narkoba

Regional
Kisah 4 Nelayan Terombang-ambing 12 Jam di Laut Usai Kapal Karam Dihantam Ombak

Kisah 4 Nelayan Terombang-ambing 12 Jam di Laut Usai Kapal Karam Dihantam Ombak

Regional
Melihat Kapasitas dan Ketersediaan Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Riau

Melihat Kapasitas dan Ketersediaan Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Riau

Regional
Sederet Fakta Penembakan Mobil Alphard di Solo, Pelaku dan Korban Punya Hubungan Keluarga hingga Dijerat Pasal Pembunuhan

Sederet Fakta Penembakan Mobil Alphard di Solo, Pelaku dan Korban Punya Hubungan Keluarga hingga Dijerat Pasal Pembunuhan

Regional
Bertemu Moeldoko, Ini Permintaan Ridwan Kamil soal Covid-19

Bertemu Moeldoko, Ini Permintaan Ridwan Kamil soal Covid-19

Regional
Ini Mayoritas Usia Pasien Covid-19 yang Meninggal di Kulon Progo

Ini Mayoritas Usia Pasien Covid-19 yang Meninggal di Kulon Progo

Regional
179 Siswa SMK di Jateng Positif Covid-19, Ini Komentar Ganjar

179 Siswa SMK di Jateng Positif Covid-19, Ini Komentar Ganjar

Regional
Hasil Survei Indikator Politika Indonesia Menunjukkan Zairullah-Rusli Unggul, Ini Tanggapan Relawan

Hasil Survei Indikator Politika Indonesia Menunjukkan Zairullah-Rusli Unggul, Ini Tanggapan Relawan

Regional
Pengakuan Sahrul, Kapten Kapal Karam: Kami Terkatung-katung 12 Jam di Laut

Pengakuan Sahrul, Kapten Kapal Karam: Kami Terkatung-katung 12 Jam di Laut

Regional
5 Tenaga Pendidik SMA di Cianjur Terpapar Virus Corona

5 Tenaga Pendidik SMA di Cianjur Terpapar Virus Corona

Regional
Parahnya Banjir di Medan, Mobil Terbawa Air dan Tersangkut di Pagar

Parahnya Banjir di Medan, Mobil Terbawa Air dan Tersangkut di Pagar

Regional
Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Regional
Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Regional
Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X