Korban Fetish Berkedok Riset Diduga Enggan Bongkar Identitas, Ini Penjelasan Unair

Kompas.com - 02/08/2020, 13:14 WIB
Ilustrasi fetish shutterstockIlustrasi fetish

KOMPAS.com - Kasus fetish berkedok riset yang menyeret nama Universitas Airlangga Surabaya terus menjadi perbincangan.

Terbaru, pihak kampus membuka posko pengaduan bagi mahasiswa yang pernah menjadi korban terduga pelaku pelecehan G.

Dilansir dari Antara, hingga hari ini sudah ada 15 laporan diterima. Sayangnya, menurut Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair Suko Widodo, para pelapor enggan membuka identitas mereka.

"Tetapi agak sumir karena 15 orang yang melapor melalui daring tidak menyebutkan siapa namanya. Mereka hanya menyebut bahwa pernah dihubungi dengan cara seperti ini. Kalimatnya mengajak dengan alasan riset, tapi korban menolak," ucapnya.

Baca juga: Baca juga: Fetish Kain Jarik Berkedok Riset di Surabaya, Ini 4 Fakta Penting yang Perlu Diketahui

Suko menegaskan, kasus tersebut mendapat perhatian khusus dari kampus. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk membongkar kasus tersebut.

"Ini bagian dari komitmen kami untuk ikut menyelesaikan kasus tersebut," ujarnya.

Skorsing untuk terduga pelaku

Tangkapan layar soal thread Fetish Kain Jarik yang viral di TwitterTwitter Tangkapan layar soal thread Fetish Kain Jarik yang viral di Twitter

Sementara itu, G diketahui telah menerima sanksi berupa skorsing sementara.

G diketahi tercatat sebagai mahasiswa semester 10 Fakultas Ilmu Budaya Unair.

"Sanksi telah diberikan yakni skorsing sementara. Tapi tidak menutup kemungkinan akan diberikan sanksi lebih tegas karena kami masih mengumpulkan bukti-bukti," kata Suko.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X