Tak Boleh Bawa Pergi Anak, Suami Serang Istri dengan Parang, Ini Kronologinya

Kompas.com - 02/08/2020, 11:01 WIB
Ilustrasi penganiayaan ShutterstockIlustrasi penganiayaan
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - WA (33) seorang ibu rumah tangga di Kota Ambon terluka parah di tangan dan perut karena diserang oleh suaminya, LA (36) pada Kamis (30/7/2020) malam bertepatan dengan malam Idul Adha 1441.

Sementara sang anak, H (15) mengalami luka di bibir karena serangan sang ayah.

Kejadian tersebut berawal saat LA pulang ke rumah dan hendak membawa salah satu anaknya keluar rumah malam hari itu.

Baca juga: Bertengkar pada Malam Idul Adha, Pria di Ambon Aniaya Istri dan Anak dengan Parang

Sang ibu pun melarang. Pasangan suami istri itu pun cekcok dan bertengkar hebat.

LA yang emosi langsung memukul leher istrinya. Ia lalu menuju dapur dan mengambil parang lalu menyerang istrinya.

Ia langsung melayangkan parang ke bagian kepala, namun sang istri sempat menangkis dengan tangannya. Pria 36 tahun itu kemudian menusuk perut istrinya.

Baca juga: Diduga Aniaya Istri di Depan Anak, Oknum Pengacara di Medan Ditangkap Polisi

“Tersangka hendak memotong kepala korban namun ditangkis, kemudian dia kembali mengulangi tapi ditangkis juga sehingga korban terjatuh lalu tersangka menusuk istrinya di bagian perut,” kata Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ipda Titan Firmansyah kepada Kompas.com, Sabtu (1/8/2020).

Melihat kejadian tersebut, anak korban H yang masih berusia 15 tahun berusaha menolong ibunya.

Baca juga: Berawal dari Foto Perempuan di Mobil, Pengacara Aniaya Istri di Depan Anaknya

Namun sang ayah yang emosi langsung memukuli H dan memotong bibir anaknya dengan parang. H juga dibenturkan ke dinding.

Anaknya yang lain N kemudian berhasil merampas parang dari tangan sang ayah. Di saat bersamaan, tetangga korban datang untuk membantu.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelundupan Sabu Dalam Bungkus Permen Wafer Cokelat Digagalkan

Penyelundupan Sabu Dalam Bungkus Permen Wafer Cokelat Digagalkan

Regional
Tak Terima Lahannya Dibangun, Warga di Sragen Tutup Jalan dengan Tembok

Tak Terima Lahannya Dibangun, Warga di Sragen Tutup Jalan dengan Tembok

Regional
Kasus Kepemilikan Sabu di Jambi, 2 Pemuda Divonis 6 Tahun Penjara

Kasus Kepemilikan Sabu di Jambi, 2 Pemuda Divonis 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Asal Bandung Mengaku HRD, Minta Syarat Kerja Foto Bugil, Korbannya Ada yang Disetubuhi

Pria Asal Bandung Mengaku HRD, Minta Syarat Kerja Foto Bugil, Korbannya Ada yang Disetubuhi

Regional
Wanita Ini Terpaksa Melahirkan di Kamar Mandi karena Bidan Takut Tertular Covid-19

Wanita Ini Terpaksa Melahirkan di Kamar Mandi karena Bidan Takut Tertular Covid-19

Regional
Sempat Kontak dengan Wali Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarmasin Negatif Covid-19

Sempat Kontak dengan Wali Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarmasin Negatif Covid-19

Regional
Pelajar Terpental dan Tewas Usai Tiang Umbul-umbul yang Dipasangnya Tersangkut Kabel Listrik

Pelajar Terpental dan Tewas Usai Tiang Umbul-umbul yang Dipasangnya Tersangkut Kabel Listrik

Regional
Bantah 46 Pegawai Positif Covid-19, Kepala BPOM Ambon: Itu Keliru...

Bantah 46 Pegawai Positif Covid-19, Kepala BPOM Ambon: Itu Keliru...

Regional
Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Warga Kulon Progo Jadi Muncikari Prostitusi Online

Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Warga Kulon Progo Jadi Muncikari Prostitusi Online

Regional
Nasihat Hakim kepada Terdakwa yang Durhaka karena Melawan Orangtua

Nasihat Hakim kepada Terdakwa yang Durhaka karena Melawan Orangtua

Regional
Ponari, si Dukun Cilik Telah Menikah, Kini Berjualan Online dengan Istrinya

Ponari, si Dukun Cilik Telah Menikah, Kini Berjualan Online dengan Istrinya

Regional
Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Regional
UNU Yogya Buka Crisis Center Korban Pelecehan Seksual 'Dosen' Swinger

UNU Yogya Buka Crisis Center Korban Pelecehan Seksual "Dosen" Swinger

Regional
Sudah 2 Bulan Warga Sekitar Danau Limboto Gorontalo Terendam Banjir

Sudah 2 Bulan Warga Sekitar Danau Limboto Gorontalo Terendam Banjir

Regional
Unand Cegah Penyebaran Covid-19, Dosen di Atas 60 Tahun Harus  WFH

Unand Cegah Penyebaran Covid-19, Dosen di Atas 60 Tahun Harus WFH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X