Kompas.com - 01/08/2020, 23:04 WIB
Hewan kurban saat di dandani di sebuah daerah di Kabupaten Agam. doc Kompas. com/RahmadhaniHewan kurban saat di dandani di sebuah daerah di Kabupaten Agam. doc

PADANG, KOMPAS.com-Masyarakat Kabupaten Agam, Sumatera Barat memiliki tradisi unik dalam pelaksanaan kurban.

Sebelum disembelih, hewan kurban terlebih dahulu didandani dan diarak keliling kampung.

Hal ini terjadi di Silayang Jorong IV Parik Parik Panjang, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Baca juga: Menyusuri Anak Tangga di Pinggir Jurang, Ganjar Antar Sendiri Daging Kurban ke Dusun Girpasang

Tetua Kampung Silayang Darmansyah mengatakan, pengiring arak-arakan hewan kurban ini akan membawa sejumlah jamba (piring besar yang diisi dengan sejumlah makanan dan hal lainnya yang diperlukan, red).

Biasanya isi jamba adalah nasi kuning, lepat inti, bedak lengkap dengan cermin, sisir, kain, dan wewangian.

"Sampai di lokasi penyembelihan, hewan kurban seperti sapi dan kambing diberi makan, didandani dan dipasangkan kain putih sebagai pakaian, " ucap Darmansyah, Sabtu (1/8/2020) dalam rilisnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Darmansyah alasan, hewan kurban diperlakukan seperti ini adalah sebagai pemaknaan dari bentuk kasih sayang Nabi Ibrahim kepada anaknya Nabi Ismail.

“Karena Nabi Ismail anak satu- satunya, tentu kasih sayang ibu dan bapak tercurah kepadanya. Untuk itulah diberi kasih sayang, dengan cara diberi pakaian, diberi bedak dan disisir, " ucap Darmansyah.

Baca juga: Lepas dan Mengamuk, Seekor Sapi Kurban di Salatiga Ditembak Polisi

Sementara itu, Ninik Mamak Silayang Anto Dt. Basa mengatakan, tradisi tersebut sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam yang hingga kini terus dipertahankan.

Menurutnya, perilaku mendandani hewan kurban bermaksud untuk menunjukkan kesabaran, keikhlasan dan pengorbanan peserta agar hewan yang dikurbankan menjadi bersih.

“Tradisi ini tetap dipertahankan, untuk mengingat kasih sayang, kesabaran dan keikhlasan nabi,” tuturnya.

Selesai pemotongan bagi yang berkurban disarankan melakukan shalat sunat dua rakaat.

Baca juga: Meninggal Saat Sembelih Sapi Kurban, Ustaz Asmala Disebut Punya Riwayat Jantung

“Hal demikian sebagai bentuk syukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala yang telah memberikan rezeki sepanjang tahun,” jelasnya lagi.

Dalam tradisinya, setelah pemotongan hewan kurban dilakukan, juga dilangsungkan prosesi makan bersama.

“Makan bersama menyiratkan bentuk kebersamaan yang terjalin di antara masyarakat,” sebutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.