Perampokan Toko Emas oleh 3 Pelajar SMA Diduga Terkait Persaingan Bisnis

Kompas.com - 01/08/2020, 06:24 WIB
Toko emas di Pasar Tangga Arung Tenggarong Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang dirampok tiga pelajar, Jumat (31/7/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONToko emas di Pasar Tangga Arung Tenggarong Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang dirampok tiga pelajar, Jumat (31/7/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai Kertanegara menduga persaingan bisnis menjadi latar belakang di balik perampokan toko emas oleh tiga pelajar SMA di Pasar Tangga Arung, Tenggarong, Kalimantan Timur, Kamis (30/7/2020).

Kapolresta Kutai Kertanegara AKBP Andrias Susanto Nugroho mengatakan, dugaan tersebut berdasarkan keterangan yang dihimpun dari tiga pelajar yang ditangkap.

“Ternyata otak perampokan yang kini masih buron, Muhammad Rizki Yahya (21) juga pedagang emas yang ada di sebelah toko yang dirampok,” ujar Andrias saat memberi keterangan pers di Mapolres Kutai Kertanegara, Tenggarong, Jumat.

Baca juga: Siswa SMA Perampok Toko Emas Ngaku Butuh Uang Beli Ponsel untuk Belajar Online

Rizki diduga menyuruh ketiga pelajar SMA tersebut untuk merampok toko emas milik rekan bisnisnya.

Dugaan itu juga diperkuat dengan informasi tambahan bahwa beberapa hari sebelum perampokan, Rizki sempat cekcok dan adu mulut dengan pemilik toko emas yang dirampok.

Namun, Andrias belum bisa memberikan penjelasan secara detail terkait cekcok tersebut.

“Masih kami dalami, karena sampai saat ini Rizki belum ditangkap,” kata dia.

Baca juga: Mengaku Dijanjikan Rp 50 Juta, Tiga Siswa SMA Nekat Jadi Perampok Toko Emas

Berdasarkan pemeriksaan awal, aksi perampokan tersebut dilakukan secara terencana.

Rizki yang menjadi otak perampokan menyiapkan senjata airsoft gun, penutup wajah, sarung tangan, serta sejumlah pisau yang digunakan tiga pelajar.

“Dua motor yang digunakan pun sudah dipreteli agar tak dikenali. Mereka membuka semua kap motor dan menyembunyikan di semak-semak dekat Kantor Dinas Pendidikan Kukar sebelum beraksi,” kata dia.

Selain itu, menurut Andrias, Rizki juga menjanjikan uang Rp 50 juta masing-masing kepada tiga pelajar itu.

“Sebelum beraksi dia sudah beri masing-masing (tiga pelajar) uang muka masing-masing Rp 200.000,” kata Andrias.

Baca juga: Gagal Rampok Toko Emas, 2 Siswa SMA Diturunkan Otak Perampokan di Jalan dan Tertangkap Polisi


Saat diamankan, uang tersebut sudah digunakan sebagian oleh ketiga pelajar.

Selain itu, barang bukti lain yang turut diamankan di antaranya satu buah karung plastik yang rencananya digunakan untuk menyimpan emas namun gagal.

Kemudian satu unit mobil, dua motor dan lain-lain.

Diberitakan sebelumnya, aksi perampokan oleh ketiga pelajar itu gagal, karena para pelaku lebih dulu dikerumuni warga.

Saat kabur, satu pelajar ditangkap warga.

Sedangkan dua rekannya berhasil melarikan diri menuju mobil yang diparkir tak jauh dari lokasi perampokan.

Rizki sudah berada di dalam mobil tersebut. Ketiganya langsung menuju Banjarmasin, Kalsel.

Namun di dalam perjalanan, Rizki menurunkan dua pelajar itu dan kabur.

Kedua pelajar itu lalu ditangkap Polres PPU.

Sempat terjadi aksi saling kejar di wilayah Long Kali, di perbatasan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser.

Mobil yang dikemudikan Rizki hilang kendali dan menabrak posko Covid-19.

Rizki keluar dari mobil lalu kabur ke hutan dan belum ditemukan hingga saat ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang

Ini Alasan PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang

Regional
Kasus Mayat Bayi Dalam Kantong Plastik, Polisi Tetapkan Ibu Kandung sebagai Tersangka

Kasus Mayat Bayi Dalam Kantong Plastik, Polisi Tetapkan Ibu Kandung sebagai Tersangka

Regional
Bawaslu Klaim Kasus Covid-19 di Daerah yang Gelar Pilkada Cenderung Turun

Bawaslu Klaim Kasus Covid-19 di Daerah yang Gelar Pilkada Cenderung Turun

Regional
Ridwan Kamil Puji Ketua PBNU yang Berani Umumkan Diri Positif Covid-19

Ridwan Kamil Puji Ketua PBNU yang Berani Umumkan Diri Positif Covid-19

Regional
Langgar Protokol Kesehatan, Operasional Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang Dihentikan

Langgar Protokol Kesehatan, Operasional Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang Dihentikan

Regional
Rizieq Shihab Akan Dipanggil Polisi Terkait 2 Kasus Berbeda di Bogor

Rizieq Shihab Akan Dipanggil Polisi Terkait 2 Kasus Berbeda di Bogor

Regional
Ridwan Kamil Sebut Tokoh Publik Wajib Umumkan Hasil Tes Covid-19

Ridwan Kamil Sebut Tokoh Publik Wajib Umumkan Hasil Tes Covid-19

Regional
KPU Solo Temukan 8.237 Lembar Surat Suara Rusak

KPU Solo Temukan 8.237 Lembar Surat Suara Rusak

Regional
10 Orang Diperiksa Polisi soal RS Ummi, Termasuk Menantu Rizieq Shihab

10 Orang Diperiksa Polisi soal RS Ummi, Termasuk Menantu Rizieq Shihab

Regional
Kronologi Balita Tewas Setelah Terjebak Dalam Rumah yang Terbakar

Kronologi Balita Tewas Setelah Terjebak Dalam Rumah yang Terbakar

Regional
Masa Tanggap Darurat Covid-19 di DIY, Sri Sultan: Pusat Diperpanjang, Mosok Aku Nyabut

Masa Tanggap Darurat Covid-19 di DIY, Sri Sultan: Pusat Diperpanjang, Mosok Aku Nyabut

Regional
Tulis Cerpen di Penjara, Jerinx Singgung Soal Kaliyuga hingga Kebebasan Berpendapat

Tulis Cerpen di Penjara, Jerinx Singgung Soal Kaliyuga hingga Kebebasan Berpendapat

Regional
Pemprov DIY Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19 untuk Ketujuh Kalinya

Pemprov DIY Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19 untuk Ketujuh Kalinya

Regional
KPU Targetkan 79 Persen Pemilih Gunakan Suaranya di Pilkada Kalsel

KPU Targetkan 79 Persen Pemilih Gunakan Suaranya di Pilkada Kalsel

Regional
Guru, Satpam hingga OB Sekolah Bisa Dapat Rumah Subsidi, Ini Syaratnya

Guru, Satpam hingga OB Sekolah Bisa Dapat Rumah Subsidi, Ini Syaratnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X