5 Taruna Positif Covid-19 Saat Cuti, Wakil Gubernur Akpol: Mereka Keluar dalam Keadaan Sehat

Kompas.com - 31/07/2020, 11:44 WIB
Ilustrasi corona virus (Covid-19) shutterstockIlustrasi corona virus (Covid-19)

KOMPAS.com - Lima orang taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang dinyatakan positif Covid-19.

Hasil tersebut berdasarkan dari tes swab yang dilakukan di Yogyakarta.

Para taruna tersebut memang tengah berada di Yogyakarta karena sedang dalam masa cuti.

Baca juga: Perwira Siswa Secapa AD Periksa Bisul dan Tulang Belakang, Rupanya Positif Covid-19, Terbongkar 1.280 Orang Terinfeksi Corona

Sebelum cuti sudah diswab

Ilustrasi tes corona dengan menggunakan metode swab atau usap untuk mengetahui seseorang terinfeksi Covid-19.Horth Rasur Ilustrasi tes corona dengan menggunakan metode swab atau usap untuk mengetahui seseorang terinfeksi Covid-19.
Wakil Gubernur Akpol Brigjen Agus Salim menjelaskan bahwa seluruh taruna, yakni 804 taruna dari tingkat II, III dan IV, telah menjalani tes swab pada 10 Juli 2020.

Hasilnya diumumkan Pusdokkes RS Bhayangkara Polri TK I Said Sukanto Jakarta pada 14 Juli 2020.

Seluruh taruna dinyatakan negatif Covid-19 sehingga saat keluar untuk cuti, mereka dalam kondisi sehat.

“Jadi tanggal 18 Juli, mereka keluar sudah membawa hasil swab masing-masing, karena kita melakukan swab secara menyeluruh. Jadi taruna kita keluar dalam keadaan sehat,” kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2020).

Baca juga: 5 Taruna Akpol di Yogyakarta Positif Covid-19

Ilustrasi pasien virus corona mengenakan masker untuk cegah penularan dan penyebaran Covid-19.KOMPAS.COM/Shutterstock Ilustrasi pasien virus corona mengenakan masker untuk cegah penularan dan penyebaran Covid-19.

Harus sehat sebelum masuk Akpol

Selain keluar dalam kondisi sehat, taruna juga harus sehat ketika masuk kembali ke Akpol pada 2 Agustus mendatang.

Keterangan sehat harus ditandai dengan hasil tes swab negatif.

Saat cuti di Yogyakarta, mereka melakukan tes swab pada 25 Juli 2020.

Diketahui hasil tes tersebut positif Covid-19 sehingga harus menjalani isolasi terlebih dahulu.

"Jadi, masuk Akpol nanti dalam keadaan negatif semua. Ternyata tadi pagi ada berita mereka positif, terpaksa diisolasi di tempat,” kata Agus.

Belum diketahui dari mana sumber penularan para taruna.

Jajaran Bid Dokkes Polda se-Indonesia diminta melacak atau melakukan tracing orang-orang yang berkontak dengan kelima taruna.

Baca juga: Lima Taruna Akpol Asal DIY Positif Covid-19

Jangan datangi keramaian

Ilustrasi penyebaran virus coronaShutterstock Ilustrasi penyebaran virus corona
Agus kembali mengingatkan kepada para taruna agar selalu menerapkan protokol kesehatan.

Dia juga melarang taruna mendatangi tempat keramaian.

“Kita ingatkan, patuhi protokol kesehatan, pakai masker, membawa hand sanitizer, tiap 2 jam cuci tangan. Terus jangan ke tempat banyak orang, biasa kan taruna nampangnya ke mal-mal itu kita larang. Ya tahan diri lah,” kata dia.

Di lingkungan Akpol pun telah melakukan pembatasan ketat.

Warga yang biasanya bisa berolahraga di lingkungan Akpol kini tidak diperbolehkan.

Selama masa cuti, Akpol juga selalu melakukan sterilisasi.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Semarang, Riska Farasonalia | Editor : Abba Gabrillin)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya dan Istri Langsung Syok, Ternyata Anak Kami Satu-satunya Sudah Meninggal'

"Saya dan Istri Langsung Syok, Ternyata Anak Kami Satu-satunya Sudah Meninggal"

Regional
Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Regional
Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Regional
Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Regional
Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Regional
Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Regional
Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Regional
469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

Regional
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Regional
Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Regional
Edarkan 'Pil Setan' ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Edarkan "Pil Setan" ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Regional
Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Regional
Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Regional
Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X