Dua Terdakwa Kasus Susur Sungai Sempor Juga Dituntut 2 Tahun Penjara

Kompas.com - 30/07/2020, 23:45 WIB
Terdakwa R saat mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMATerdakwa R saat mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dua terdakwa kasus susur Sungai Sempor yang menyebabkan 10 siswa SMP Negeri 1 Turi meninggal dunia juga dituntut dua tahun penjara.

DDS (58) dan R (58) menjalani sidang dengan agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) secara terpisah.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Annas Mustaqim.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sihid menyampaikan kedua terdakwa terbukti memenuhi unsur Pasal 359 KUHP dan 360 (2) KUHP juncto Pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," ucap Sihid saat membacakan amar tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Kamis (30/7/2020).

Baca juga: Terdakwa Susur Sungai yang Tewaskan 10 Siswa SMPN 1 Turi Dituntut 2 Tahun Penjara

Unsur-unsur yang memberatkan perbuatan terdakwa mengakibatkan korban meninggal 10 orang dan luka ringan sebanyak 5 orang.

Perbuatan terdakwa menimbulkan duka yang mendalam bagi keluarga korban.

Hal-hal yang meringankan terdakwa merasa bersalah dan menyesal.

Selain itu terdakwa juga belum pernah dihukum.

"Keluarga korban meninggal dan luka telah memaafkan terdakwa dan menganggap kejadian ini sebagai musibah," urainya.

Baca juga: Tiga Terdakwa Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa SMPN 1 Turi Didakwa Pasal Kelalaian

Kuasa Hukum terdakwa DDS Safiudin menyampaikan akan mengajukan pledoi atau pembelaan.

"Yang klusial Ini kan di split tiga perkara, tentu masing-masing punya kualitas pertanggungjawaban secara pidana. Dilihat dari kualitasnya, tentu tidak mungkin sama diantara ketiga terdakwa," ungkapnya usai persidangan.

Safiudin menambahkan, kliennya itu dari awal kegiatan susur sungai sampai dengan peristiwa terjadi  sama sekali tidak meninggalkan lokasi.

"Dia ada di lokasi dan turut membantu korban, tentu ini menjadi hal yang meringankan bagi terdakwa. Tuntutan jaksa secara bersama-sama, tentu di sini ada pelakunya, ada yang turut melakukan, ada juga yang membantu, dari sisi logika hukumnya tentu berbeda, ini akan kami sampaikan dalam pledoi nanti," bebernya.

Sementara itu, Kuasa Hukum terdakwa R, Sudarsono juga mengungkapkan hal yang sama yakni mengajukan pledoi atau pembelaan.

"Kami selaku kuasa hukum, tim LKBH PGRI akan mengajukan pembelaan, kami siap mengajukan pembelaan. Prinsipnya untuk meminta hukuman seringan-ringanya," tuturnya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Sleman menggelar sidang lanjutan kasus susur Sungai Sempor yang menyebabkan 10 siswa SMP Negeri 1 Turi meninggal dunia dengan agenda pembacaan tuntutan.

Di dalam sidang ini, terdakwa IYA (36) dituntut 2 tahun penjara.

Sidang kasus susur sungai dengan aganda pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU) digelar mulai pukul 12.46 WIB dan berlangsung selama 5 jam.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Regional
Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Regional
Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Regional
Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Regional
Disebut Covid-19 Usai 'Rapid Test', Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Disebut Covid-19 Usai "Rapid Test", Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Regional
Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Regional
Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Regional
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Regional
Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Regional
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Regional
Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X