Video Viral Sapi Kurban di Blitar Mengamuk hingga Tewas Ditembak Polisi

Kompas.com - 30/07/2020, 23:32 WIB
Sapi kurban di Blitar mengamuk akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas, Kamis (30/7/2020).. IstimewaSapi kurban di Blitar mengamuk akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas, Kamis (30/7/2020)..


KEDIRI, KOMPAS.com - Video berisi sapi kurban yang mengamuk hingga akhirnya tewas usai ditembak oleh petugas polisi di Blitar, Jawa Timur, ramai menjadi perbincangan warganet, Kamis (30/7/2020).

Ada beberapa versi video yang beredar di jejaring sosial Facebook itu.

Kebanyakan berisi visual bagaimana keberingasan dan keriuhan upaya penangkapan sapi putih berbadan besar itu.

Nampak pula bagaimana warga masyarakat mencoba menagkapnya dengan tali lasso hingga penghadangan dengan beberapa kendaraan polisi yang dilakukan petugas.

Baca juga: Sapi Kurban Jokowi untuk NTB Seberat 1,3 Ton, Terbesar Se-Indonesia

 

Namun, upaya itu gagal dan bahkan sapi sempat masuk ke dalam kamar sebuah warung.

Sapi tersebut akhirnya berhasil dilumpuhkan dengan timah panas yang melesat dari senjata petugas polisi.

Kepala Sub Bagian Humas Iptu Achmad Rochan mengatakan, peristiwa itu terjadi di Jalan S Supriyadi di Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Kamis (30/7/2020), sekitar pukul 14.00 WIB.

Kejadian bermula saat Gunawan (52), selaku pemilik sapi membawa sapi tersebut dari Garum Kabupaten Blitar ke Masjid An-Nur di Jalan Borobudur, Kota Blitar, untuk diantarkan ke pembelinya.

"Untuk keperluan kurban Idul Adha," ujar Iptu Rochan, dalam keterangannya, Kamis.

Sesampainya di kawasan masjid, sapi tersebut diturunkan dari kendaraan namun terlepas karena berontak dan mengamuk.

Sapi tersebut lalu berlari liar ke arah selatan di Jalan S Supriyadi dan kembali ke utara di Jalan Borobudur hingga membuat macet lalu lintas.

Sapi tersebut terus mengamuk bahkan sampai memasuki warung yang ada di kawasan jalan WR Supratman.

Baca juga: Zona Merah, 9 Desa di Madiun Dilarang Selenggarakan Shalat Idul Adha

Rochan menuturkan, karena dianggap cukup membahayakan masyarakat dan pengguna jalan, pemilik kemudian melaporkan kejadian itu kepada polisi untuk penanganan lebih lanjut.

Amukan sapi berhasil diredam sekitar pukul 15.28 WIB, setelah petugas melumpuhkannya dengan tembakan senjata api.

"Polisi lakukan tindakan terukur untuk melumpuhkan sapi tersebut dengan penembakan dua kali," kata Rochan.

Calon sapi kurban rersebut akhirnya mati lalu dibawa pemiliknya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X