Sederhana, Uang Rp 1.000 Bergambar Kapten Pattimura Jadi Mas Kawin Pasangan Ini

Kompas.com - 30/07/2020, 07:01 WIB
Foto Pahrurrozi dan Widiawati usai melangsungkan pernikahan dengan maskawin 1000 rupiah KOMPAS.COM/IDHAM KHALIDFoto Pahrurrozi dan Widiawati usai melangsungkan pernikahan dengan maskawin 1000 rupiah

LOMBOK BARAT, KOMPAS.com - Sebuah video yang memperlihatkan akad nikah sepasang pengantin asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial.

Pasangan Lalu Pahrurrozi (24) asal Desa Kuripan, Lombok Barat, dan Widiawati (22) asal Kelurahan Mandalika, Mataram, itu menikah dengan mas kawin uang Rp 1.000.

Baca juga: Tembok di Depan Rumah Wisnu Akhirnya Roboh, Pembongkaran Dipimpin Bupati

Dalam sebuah video yang viral di media sosial Facebook dan Instagram, Pahrurrozi menjabat tangan ayah Widiawati dan mengucapkan ijab kabul.

Pasangan ini bertemu sekitar satu tahun lalu. Pahrurrozi merupakan pepadu atau petarung presean.

Widiawati menonton pertarungan yang diikuti Pahrurrozi. Mereka lalu berkenalan dan bertukar nomor telepon.

Setelah setahun menjaling hubungan, mereka menikah pada Jumat (24/7/2020).

Widiawati mengatakan, mas kawin sebesar Rp 1.000 itu merupakan permintaannya. Ia telah berniat sejak awal tak ingin memberatkan calon suaminya.

Baca juga: Kronologi Penutupan Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Berawal dari Konflik Kepengurusan

"Memang nazar dari awal, kalau ada jodoh tidak ingin merepotkan suami, biar sederhana saja," kata Widiawati saat ditemui Kompas.com, Rabu (29/7/2020).

Widiawati menyebutkan, mas kawin yang diminta bukan sembarang uang Rp 1.000.

Foto Pahrurrozi dan Widiawati usai melangsungkan pernikahan dengan maskawin 1000 rupiahKOMPAS.COM/IDHAM KHALID Foto Pahrurrozi dan Widiawati usai melangsungkan pernikahan dengan maskawin 1000 rupiah

 

Ia ingin uang Rp 1.000 bergambar Kapten Pattimura.

"Mau gambar Patimura karena yang suka dengan gambarnya," kata Widiawati.

Uang Rp 1.000 itu kemudian dilaminasi dan dipajang sebagai kenang-kenangan agar tahan lama.

Sedikit kesulitan mencari

Sementara, Pahrurrozi mengatakan, cukup kesulitan mencari pecahan uang Rp 1.000 bergambar Kapten Pattimura itu.

Baca juga: Lagi, Jenazah Pasien Covid-19 Dibawa Paksa Keluarga di Lombok

"Permintaannya memang sederhana Rp 1.000, tapi harus bergambar Patimura, lumayan sulit nyari, itu kemarin kita tukar dengan uang Rp 5.000," kata pria yang disapa Rozi ini.

Rozi mengaku telah membujuk istrinya agar mas kawinnya ditambah, tak cuma uang kertas Rp 1.000.

Awalnya, Rozi ingin menambahkan seperangkat alat shalat dalam mas kawinnya.

"Saya udah bilang sama dia, agar mas kawinnya tidak terlalu sedikit, bisa ditambah seperangkat alat shalat, tapi dia cuman mau Rp 1.000," kata Rozi.

Foto Pahrurrozi dan Widiawati usai melangsungkan pernikahan dengan maskawin 1000 rupiahKOMPAS.COM/IDHAM KHALID Foto Pahrurrozi dan Widiawati usai melangsungkan pernikahan dengan maskawin 1000 rupiah

Bantah cari sensasi

Rozi membantah tuduhan netizen yang menyebutkan pernikahannya hanya mencari sensasi agar menjadi viral.

Ia tak berniat menjadikan pernikahan tersebut viral. Ia malah menyayangkan ada pihak yang mengunggah video pernikahannya ke media sosial.

Baca juga: Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

"Tidak ada niat untuk membuat diri kita viral, kita sayangkan juga yang upload di media sosial, tapi apa mau dikata namanya juga media sosial," kata Rozi.

Menurut Rozi, pernikahan bukan permainan tapi merupakan hal yang sakral. Apalagi, lingkungan tempat tinggalnya sangat menjunjung tinggi nilai adat, budaya, dan agama.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalani 'Rapid Test' Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Jalani "Rapid Test" Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Regional
Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Regional
Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Regional
Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Regional
Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Regional
Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Regional
Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Regional
Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Regional
Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Regional
Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Regional
Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Regional
Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Regional
Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Regional
Ini Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran pada Pilkada 2020 Kota Solo

Ini Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran pada Pilkada 2020 Kota Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X