KPU Wajibkan Teguh Prakosa, Calon Wakil Gibran, Mundur dari DPRD Solo

Kompas.com - 30/07/2020, 06:04 WIB
Bakal calon wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan bakal calon wakil wali kota Solo, Teguh Prakosa (kanan) memberikan keterangan kepada Wartawan saat berada di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020).  Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi mendapat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo pada Pilkada serentak Desember mendatang. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHABakal calon wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan bakal calon wakil wali kota Solo, Teguh Prakosa (kanan) memberikan keterangan kepada Wartawan saat berada di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi mendapat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo pada Pilkada serentak Desember mendatang.

SOLO, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum ( KPU) mewajibkan Teguh Prakosa mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Solo, Jawa Tengah, karena mencalonkan diri sebagai kepala daerah dalam Pilkada 2020.

Surat keputusan resmi pengunduran itu harus diberikan pada KPU Solo paling lambat 30 hari sebelum pemungutan suara.

Hal tersebut merujuk pada Peraturan KPU No 1 Tahun 2020 tentang Syarat Calon.

Baca juga: Pasangan Bajo Calon Lawan Gibran di Pilkada Solo Berjanji Tak Ambil Gaji Jika Terpilih

Dalam Pasal 4 ayat (1) huruf 1 menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota DPR, DPD, atau DPRD bagi anggota DPR, DPD, atau DPRD sejak ditetapkan sebagai calon.

Dalam Pasal itu juga mengatur terkait penyerahan keputusan pemberhentian dari pejabat yang berwenang kepada KPU Kabupaten/Kota paling lambat 30 hari sebelum hari pemungutan suara.

"Surat pernyataan pengunduran diri, kemudian sedang diproses pengunduran dirinya. Kemudian surat pernyataan pengunduran diri itu disampaikan kepada paling lambat 30 hari sebelum hari pemungutan suara," kata Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti dihubungi Kompas.com, Rabu (29/7/2020).

Surat pernyataan pengunduran diri itu diserahkan kepada KPU pada saat pendaftaran.

Karena surat ini sebagai salah satu syarat untuk mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah pada Pilkada Solo 2020.

"Surat pernyataan pengunduran diri ini sebagai syarat menjadi calon kepala daerah pada Pilkada Serentak 2020," terang dia.

Baca juga: Menolak Dijadikan Tim Pemenangan Gibran-Teguh, Purnomo: Toh Tanpa Saya Sudah Pasti Menang

Terpisah, anggota DPRD Solo yang juga bakal calon Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, mengatakan sudah menyampaikan kepada Ketua Fraksi PDI-P di DPRD Solo akan  mengundurkan diri.

"Sudah saya sampaikan kepada Pak Ketua Fraksi kapan saya harus mulai mundur. Kalau yang sudah-sudah itu pada waktu ditetapkan," kata Teguh.

"Bisa saja saya hari ini sudah membuat surat. Tapi dimasukkannya nanti pada waktu KPU menetapkan pasangan calon bahwa ini, dari partai politik ini, lampirannya adalah surat pengunduran diri," sambungnya.

Sebagai informasi, Teguh Prakosa sudah ditunjuk Dewan Pimpinan Pusat PDI-P untuk mendampingi Gibran Rakabuming Raka sebagai calon Wakil Wali Kota Solo.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 14 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 14 Agustus 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 14 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 14 Agustus 2020

Regional
Cuma karena Uang Rp 100 Ribu, Sekelompok Pemuda Keroyok Temannya hingga Tewas

Cuma karena Uang Rp 100 Ribu, Sekelompok Pemuda Keroyok Temannya hingga Tewas

Regional
Mahasiswi S2 yang Tewas Tergantung Ternyata Dibunuh Pacar, Pelaku Kesal Tak Diizinkan ke Bali

Mahasiswi S2 yang Tewas Tergantung Ternyata Dibunuh Pacar, Pelaku Kesal Tak Diizinkan ke Bali

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 14 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 14 Agustus 2020

Regional
Pengakuan Pengemudi Ojol Setelah Disuntik Vaksin Covid-19: Ngantuk, Lapar dan Ada Pantangannya

Pengakuan Pengemudi Ojol Setelah Disuntik Vaksin Covid-19: Ngantuk, Lapar dan Ada Pantangannya

Regional
Saat Sepucuk Surat Anak Kecil Itu Sentuh Hati Gubernur Ganjar: Saya Trenyuh...

Saat Sepucuk Surat Anak Kecil Itu Sentuh Hati Gubernur Ganjar: Saya Trenyuh...

Regional
Detik-detik Pria Bersenjata Tajam Mengamuk di Mapolres Jember

Detik-detik Pria Bersenjata Tajam Mengamuk di Mapolres Jember

Regional
Pesepeda di Sleman Tewas Ditabrak Mobil, Penabrak Kabur Setelah Bawa Korban ke RS

Pesepeda di Sleman Tewas Ditabrak Mobil, Penabrak Kabur Setelah Bawa Korban ke RS

Regional
Anak Gugat Ibu Kandung, Mediator PA Praya: Keduanya Sama-sama Ngotot

Anak Gugat Ibu Kandung, Mediator PA Praya: Keduanya Sama-sama Ngotot

Regional
Sakit Hati Diputus, Motif Penyekapan Perempuan oleh Mantan Pacar di Surabaya

Sakit Hati Diputus, Motif Penyekapan Perempuan oleh Mantan Pacar di Surabaya

Regional
Mahasiswi S2 Ternyata Dibunuh Kekasihnya, Jenazah Korban Digantung agar Seperti Bunuh Diri

Mahasiswi S2 Ternyata Dibunuh Kekasihnya, Jenazah Korban Digantung agar Seperti Bunuh Diri

Regional
PKS Bakal Koalisi dengan PDI-P Usung Kajot-Carlos di Pilkada Bengkayang 2020

PKS Bakal Koalisi dengan PDI-P Usung Kajot-Carlos di Pilkada Bengkayang 2020

Regional
'Setelah Diajak Jalan-jalan, Mereka Pesta Miras dan Korban Diperkosa Secara Bergiliran'

"Setelah Diajak Jalan-jalan, Mereka Pesta Miras dan Korban Diperkosa Secara Bergiliran"

Regional
Motif di Baju Adat NTT yang Dipakai Jokowi Melambangkan Kesucian Hati, Dipakai Rakyat Kecil hingga Bangsawan

Motif di Baju Adat NTT yang Dipakai Jokowi Melambangkan Kesucian Hati, Dipakai Rakyat Kecil hingga Bangsawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X