Buka Lapangan Kerja di Tengah Pandemi, Ustaz Ahmad Rintis Bisnis Ojek Online Pesantren

Kompas.com - 29/07/2020, 10:12 WIB
Qini Online salah satu ojek online lokal yang dirintis oleh Pondok Pesantren Idrissiyah, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (28/7/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAQini Online salah satu ojek online lokal yang dirintis oleh Pondok Pesantren Idrissiyah, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (28/7/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Ustaz Ahmad Tazzaka Bonanza alias Aka berhasil merintis dan memprakarsai bisnis ojek online bernama Qini Online yang didukung oleh para santrinya di Pondok Pesantren Idrisiyyah Kabupaten Tasikmalaya.

Rintisan bisnis dalam mengembangkan sektor ekonomi pesantrennya sejatinya bukan hanya ojek online ini, tapi sudah berjalan lembaga koperasi besar yang selama ini mampu menghidupi lingkungan pesantrennya.

Pesantren idrisiyyah sendiri yang berlokasi di pinggir Jalan Nasional Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, dikenal sebagai salah satu pesantren yang mampu memajukan sektor ekonomi pesantren secara mandiri.

Baca juga: 2 Bulan Tak Beroperasi akibat PSBB, PO Bus NPM Bertahan Tak PHK Karyawan

Mulai terlihat dari penghasilan dari bisnis perikanan, peternakan sampai adanya ritel modern yang selama ini berada di depan pondok pesantren tersebut.

Bukan hanya itu, warga lingkungan sekitar turut terbantu dengan mengembangkan bisnis terutama jajanan kuliner di sekitar lingkungan pesantren.

"Qini Online merupakan bentuk bisnis terbaru dari Pondok Pesantren Idrissiyah yang berbentuk seperti ojek online. Sementara ini, baru melayani pelanggan untuk pesan antar barang bagi warga Tasikmalaya. Ini tentunya membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dan para santri juga," jelas Aka kepada wartawan, seusai grand opening Qini Online sekaligus acara silaturahmi bersama masyarakat di Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (38/7/2020).

Baca juga: Terobosan Kampung Tangkal Covid-19 Bantu Warga Kena PHK: Lahan Penuh Ular Jadi Kebun Sayur, Saluran Kumuh Jadi Tambak Ikan

Aka mengaku selama ini pesantrennya hanya berkontribusi di bidang pendidikan dan perekonomian saja.

Bahkan, dirinya pun tercatat sebagai salah satu pengurus pengembangan UKM dan sektor ekonomi pesantren se-Jawa Barat.

Dengan perkembangan era modernisasi sekarang, pondok pesantrennya pun turut terjun dalam bisnis era digital yakni perintisan ojek online.

"Pesantren dari dulu telah berkontribusi besar di Tasikmalaya. Kemarin bagamaina cara membangun dunia pendidikan, perokonomian dan sekarang juga turut masuk ke ranah politik pertama kali di Pilkada Tasikmalaya," tambahnya.

Baca juga: Cerita 3 Mahasiswa Rintis Usaha Sambal Beromzet Jutaan Rupiah, Berawal dari Orangtua Kena PHK

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Regional
2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

Regional
Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Regional
Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Regional
'Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas'

"Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas"

Regional
'Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan'

"Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan"

Regional
Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Regional
Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Regional
'Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini'

"Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini"

Regional
Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Regional
Ini Cerita di Balik Video Viral 5 Tukang Becak Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh dan Sobek

Ini Cerita di Balik Video Viral 5 Tukang Becak Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh dan Sobek

Regional
Pengelola dan Karyawan Restoran Wajib Tes Swab, Ini Kata PHRI Sumbar

Pengelola dan Karyawan Restoran Wajib Tes Swab, Ini Kata PHRI Sumbar

Regional
Adik Mantan Wali Kota Serang: Sejak Dulu Saya Budidaya Ganja, Kata Siapa Sembunyi-sembunyi

Adik Mantan Wali Kota Serang: Sejak Dulu Saya Budidaya Ganja, Kata Siapa Sembunyi-sembunyi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X