Disebut Terima Gaji Buta Selama Pandemi Corona, Guru di Garut Geram dan Akan Laporkan Pemilik Akun Ini ke Polisi

Kompas.com - 29/07/2020, 02:54 WIB
Status facebook yang dianggap menghina guru KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGStatus facebook yang dianggap menghina guru
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Unggahan status dari pemilik akun Facebook Dede Iskandar membuat geram para guru di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pasalnya, dalam statusnya itu, Dede menyebut para guru hanya menerima gaji buta akibat sekolah terus diliburkan selama pandemi corona.

"Nagara ngagajih buta ieu mah hayoh we sakola di liburkeun, kudunamah guru nage ulah di gajih meh karasaeun sarua kalaparan (negara kasih gaji buta, terus saja sekolah diliburkan, harusnya guru juga jangan digaji supaya ikut merasakan kelaparan)," tulis Dede dalam unggahannya.

Meski akun Dede sudah tak bisa ditemukan, tangkapan layar unggahannya tersebut diketahui sudah viral di media sosial.

Menyikapi unggahan Dede itu, Asep Sopian, salah satu guru SMP di Garut, merasa tak terima dan menganggap tudingan Dede tak berdasar.

"Padahal, kami ini masih memberi pelajaran secara daring ke anak-anak. Kata siapa gaji buta, dia tidak merasakan sulitnya bikin materi daring," kata Asep dilansir dari Tribunjabar, Selasa (28/7/2020).

Baca juga: Hina Guru via Facebook, Pria Ini Hendak Klarifikasi tetapi Berujung Ricuh

Akan dilaporkan ke polisi

Meski pemilik akun tersebut bersedia minta maaf sebagai upaya mediasi yang dilakukan, pihak Asep akan tetap melaporkan Dede ke polisi agar ada efek jera.

"Kalau dia minta maaf, pasti kami sampaikan. Tapi, permintaan maaf tak akan menghentikan proses hukum. Kami akan tetap melaporkan soal unggahannya itu sebagai efek jera," ujar Asep.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Garut Mahdar Suhendar kepada wartawan mengungkapkan, yang bersangkutan sudah meminta maaf atas unggahannya tersebut.

Namun demikian, lanjut dia, para guru tetap tidak terima karena unggahan itu dianggap telah menghina mereka.

Oleh karena itu, para guru mendesak agar kasus tersebut tetap dapat diproses secara hukum.

"Dia (pemilik akun Facebook) sudah meminta maaf, tapi tetap para guru mau (Dede) diproses secara hukum," katanya.

Penulis : Kontributor Garut, Ari Maulana Karang | Editor : Farid Assifa

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Dinilai Menghina Profesi Guru, Akun Facebook Ini Sebut Guru Makan Gaji Buta Selama Pandemi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Sulsel Tunjuk 7 Pjs Gantikan Bupati yang Cuti Kampanye, Ini Rinciannya...

Gubernur Sulsel Tunjuk 7 Pjs Gantikan Bupati yang Cuti Kampanye, Ini Rinciannya...

Regional
Kota Malang Masih Zona Merah, Jalan Ijen Ditutup Saat Akhir Pekan

Kota Malang Masih Zona Merah, Jalan Ijen Ditutup Saat Akhir Pekan

Regional
Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Regional
3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

Regional
Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Regional
Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Regional
Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Regional
Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Regional
Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Regional
Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Regional
Gegara Kata 'Nyawiji', Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Gegara Kata "Nyawiji", Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Regional
Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Regional
Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Regional
Sekolah Tatap Muka Masuk Tahap Finalisasi, Risma: Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Sekolah Tatap Muka Masuk Tahap Finalisasi, Risma: Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Regional
Kemudi Rusak, Truk Tangki Tabrak Rumah di Pelalawan, Bocah 11 Tahun Tewas

Kemudi Rusak, Truk Tangki Tabrak Rumah di Pelalawan, Bocah 11 Tahun Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X