Jabar Buka Kegiatan Belajar di Sekolah di 257 Kecamatan Zona Hijau

Kompas.com - 28/07/2020, 21:39 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandun, Kamis (23/7/2020). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandun, Kamis (23/7/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di 257 kecamatan dengan status zona hijau.

Dalam pembukaan KBM ini, Pemprov Jabar tidak menggunakan skala kota kabupaten lantaran terlalu besar dan luas.

Untuk itu, kecamatan digunakan sebagai pertimbangan karena dianggap mudah diawasi. Meski begitu, dalam praktiknya protokol kesehatan tetap diterapkan dalam KBM nanti.

"Pendidikan sudah mulai dibuka silakan di 257 kecamatan. Jadi kita tidak akan berbasis kota dan kabupaten lagi, terlalu luas. Nah, ada 257 yang dari dulu sampai sekarang itu tidak ada kasus, jadi hijaunya murni," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai rapat koordinasi di Mapolda Jabar, Selasa (28/7/2020).

Baca juga: Sanksi bagi Pelanggar Protokol Kesehatan di Jabar Mulai Diterapkan

Seiring waktu, jumlah kecamatan yang akan dibuka untuk KBM tatap muka ini akan bertambah jika ada daerah yang sudah berstatus hijau.

Status hijau ini diklasifikasikan sebagai daerah dengan nol kasus atau tidak ada satupun kasus positif covid-19.

Ada pun apabila di kecamatan itu pernah ada kasus Covid-19, bisa menjadi status hijau apabila selama tiga bulan tidak ada lagi kasus atau nol kasus positif corona.

"Nah, nanti dalam perjalanan, dari sisanya yang masih belum hijau itu ada yang sudah tidak berkasus, tapi belum tiga bulan. Jadi, syarat menjadi hijau itu sama sekali tidak ada kasus dari awal sampai akhir, atau pernah ada kasus tapi setelahnya kosong selama tiga bulan. Jadi, 257 ini kita doakan akan ditambahi oleh kecamatan-kecamatan yang pernah ada kasus sampai nanti waktunya lewat tiga bulan maka bergabung," kata Emil.

Ada pun yang akan didahulukan untuk melakukan aktifitas KBM yakni sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK), dan akan berlanjut dua pekan kemudian menyusul KBM untuk sekolah menengah pertama (SMP), sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK).

"Yang didahulukan adalah yang usia logika sudah baik, yaitu SMA dan SMK. Nanti setelah kurang lebih tujuh hari atau 14 hari tidak ada masalah, baru level SMP. Nanti SMP juga terkendali, tidak tukaran masker dan pahibut. Baru masuk ke SD dan TK," jelas Emil.

Baca juga: Cara Jabar Bangkitkan Ekonomi Pasca-pandemi Covid-19

Dalam KBM di sekolah di kecamatan hijau ini pun, setiap kelasnya akan dikurangi 50 persen dari jumlah siswa seperti biasanya, berikut penyesuaian jadwal sekolah di adaptasi kebiasaan baru ini.

"Nah, dalam kenyataannya pun kelas dikurangi 50 persen sesuai aturan, maka nanti ada yang sekolahnya Senin dan Rabu gantian dengan yang sekolah Kamis, Jumat dan Sabtu. Mudah-mudahan ini berita baik ya buat para orangtua yang ribuan komplainnya," kata Emil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Regional
Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

Regional
Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Regional
Banjir dan Longsor Manado, 6 Orang Tewas, Salah Satunya Polisi Berpangkat Aiptu

Banjir dan Longsor Manado, 6 Orang Tewas, Salah Satunya Polisi Berpangkat Aiptu

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 17 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 17 Januari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 17 Januari 2021

Regional
Pengakuan Warga Probolinggo yang Terdampak Hujan Abu Semeru: Perih di Mata

Pengakuan Warga Probolinggo yang Terdampak Hujan Abu Semeru: Perih di Mata

Regional
Peluk Anak Istri Saat Atap Runtuh karena Gempa, Sertu Palemba Korbankan Punggungnya

Peluk Anak Istri Saat Atap Runtuh karena Gempa, Sertu Palemba Korbankan Punggungnya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Januari 2021

Regional
BPBD DIY Tak Mau Terburu-buru Pulangkan Pengungsi Gunung Merapi

BPBD DIY Tak Mau Terburu-buru Pulangkan Pengungsi Gunung Merapi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 17 Januari 2021

Regional
Maling Bobol Rumah Satu Keluarga Korban Sriwijaya Air, Warga: Tega, Biadab, Padahal Lagi Berduka

Maling Bobol Rumah Satu Keluarga Korban Sriwijaya Air, Warga: Tega, Biadab, Padahal Lagi Berduka

Regional
Banjir di Halmahera Utara, Ribuan Warga Bertahan di Sejumlah Titik Pengungsian

Banjir di Halmahera Utara, Ribuan Warga Bertahan di Sejumlah Titik Pengungsian

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Nilai PPKM Tebang Pilih dan Kurang Tegas

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Nilai PPKM Tebang Pilih dan Kurang Tegas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X