Sanksi bagi Pelanggar Protokol Kesehatan di Jabar Mulai Diterapkan

Kompas.com - 28/07/2020, 17:02 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Jumat (25/7/2020) lalu. KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Jumat (25/7/2020) lalu.

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) terkait sanksi pelanggaran protokol kesehatan yang memuat pelanggaran di level individu, kegiatan atau tempat.

Ridwan Kamil mengatakan, regulasi pelanggaran protokol kesehatan ini sudah mulai diterapkan sejak Senin, 27 Juli 2020 kemarin.

Nantinya, aturan ini tidak hanya menindak masyarakat yang tidak menggunakan masker tetapi juga kegiatan yang melanggar aturan protokol kesehatan lainnya.

"Jadi jangan ditulisnya hanya untuk masker, sanksi itu nanti juga mencakup kalau ada kegiatan resepsi yang melanggar aturan itu disanksi, terus di level skala lebih besar itu juga ada," kata pria yang disapa Emil ini usai rapat koordinasi di Mapolda Jabar, Selasa (28/7/2020).

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Juli 2020

Dijelaskan, denda bagi pelanggar bervariasi, mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 500.000. Misalnya, kalau ada kendaraan umum yang melanggar aturan protokol kesehatan maka sopirnya dikenai denda Rp 100.000 dan pemilik busnya Rp 500.000.

"Itu ketentuan sudah tercantum di dalam peraturan gubernur terkait dengan sanksi protokol kesehatan selama pandemi ini," jelas Emil.

Sedang untuk sanksi di level individu, kata Emil, ada opsi sanksi sosial dan sanksi administrasi.

Petugas gabungan yang melakukan pengawasan di bawah pimpinan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan menegur masyarakat yang tidak menggunakan masker dan memberinya masker yang sudah disiapkan.

"Jadi tidak akan langsung dilakukan pendendaan, tujuh hari ini akan dilakukan proses sanksi yang sifatnya sanksi sosial yang simpatik," kata Emil.

Sebelum berlakunya pergub terkait sanksi pelanggaran protokol kesehatan ini, Pemerintah Provinsi Jabar pun telah mendistribusikan 6 juta masker kepada warga. Dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Jadi dikasih masker sudah, nanti pas negur juga masih baik hati kasih masker, juga hukuman sosial yang dilakukan variasinya terserah oleh petugas di lapangan," ucap Emil.

Pekan ini penerapan hukuman yang berlaku masih sanksi sosial dan belum denda. Namun pekan depan, sanksi denda akan diterapkan dengan nominal yang bervariasi.

"Baru lewat tujuh hari lah nanti sanksi administrasi kita gunakan HP sehingga yang diberi sanksi bisa mendapatkan kuitansi online dan dananya masuk ke kas daerah sesuai aturan dan digunakan kembali untuk urusan Covid," kata Emil.

Di bawah koordinasi Kapolda Jabar dan Sekda

Teguran akan dilakukan secara masif oleh petugas kepada para pelanggar.

Tindakan ini dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat terkait penggunaan masker dan segala kegiatan yang melanggar aturan protokol kesehatan.

Berbagai upaya pendisiplinan pun telah dilakukan, mulai dari edukasi hingga distribusi masker ke warga.

Meski begitu, Emil menyebut, berdasarkan survei, 50 persen warga Jabar sudah menggunakan masker.

"Nah, sekarang bukan kita tidak melakukan proses tapi sekarang kita sudah di level tiga, itu pun masih terus kita upaya secara simpatik lah ya," kata Emil.

"Dan kembali lagi tadi, tidak melulu urusan individu, Pergub ini mengatur pelanggaran di tempat kerja, di tempat pariwisata, transportasi dan kegiatan sosial budaya," tambah Emil.

Baca juga: Cara Jabar Bangkitkan Ekonomi Pasca-pandemi Covid-19

Emil mengatakan, sanksi tersebut akan disesuaikan diskresi oleh bupati dan wali kota sesuai dengan kondisi di masing-masing wilayah.

"Kalau tenyata bisa disempurnakan ternyata ada yang lebih keren untuk wilayahnya (silakan) karena tujuan akhirnya kan yang penting disiplin. Jadi kalau ada cara lain menambahi dari Pergub kami, kami sangat terbuka," kata Emil.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Regional
Jadi Arena Balapan Truk, Lokasi Wisata Pantai Cemara Tuban Ditutup

Jadi Arena Balapan Truk, Lokasi Wisata Pantai Cemara Tuban Ditutup

Regional
'Kalau Mau Kriminalisasi Langsung Saja, Enggak Usah Berbelit-belit Pakai Prosedur Ngawur'

"Kalau Mau Kriminalisasi Langsung Saja, Enggak Usah Berbelit-belit Pakai Prosedur Ngawur"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X