Jalan Kelok 44 Agam Ambles, Bupati Agam Berharap Jalur Alternatif Jadi Jalan Nasional

Kompas.com - 28/07/2020, 11:51 WIB
Akses jalan kelok 44 ditutup karena ambles, Minggu (26/7/2020) lalu -Akses jalan kelok 44 ditutup karena ambles, Minggu (26/7/2020) lalu

PADANG, KOMPAS.com - Setelah akses jalan Kelok 44 yang menghubungkan Maninjau, Agam dengan Bukittinggi ditutup karena jalan di kelok 10 ambles membuat masyarakat terpaksa menggunakan jalur alternatif.

Salah satunya adalah jalan Lubuk Basung- Padang Lua. Hanya saja jalur itu masih bersifat jalan provinsi dan diharapkan jadi jalan nasional.

"Setelah akses jalan Kelok 44 ditutup, masyarakat menggunakan jalur Lubuk Basung-Padang Lua. Betul ini masih jalan provinsi," kata Bupati Agam Indra Catri yang dihubungi Kompas.com, Selasa (28/7/2020).

Baca juga: Jalan Kelok 44 di Agam Ambles, Lalu Lintas Ditutup Sementara

Indra mengatakan sudah banyak tokoh masyarakat yang mengharapkan jalan Lubuk Basung-Padang Lua dinaikkan statusnya jadi jalan nasional.

Hal itu bertujuan agar jalur itu bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat dalam hal perawatan.

Indra mengatakan jalan tersebut merupakan akses utama menuju objek wisata Danau Maninjau dari Kota Bukittinggi.

Beberapa tahun belakangan dengan dukungan Provinsi memang tengah mengupayakan agar jalur jalan tersebut bisa dikonversi menjadi jalan negara.

"Sudah kita upayakan dan mudahan tahun ini bisa diwujudkan," kata Indra.

Baca juga: Longsor di Agam, Akses Jalan Kelok 44 Putus Total Selama 1 Jam

Selain itu, jalan tersebut juga merupakan jalan penghubung antara dua jalur jalan nasional utama di Sumbar maupun di pulau Sumatera.

"Yaitu jalan lintas tengah dan jalan lintas barat sumatera. Ini merupakan jalur logistik utama di Sumatera," kata Indra Catri.

Saat ini kata Indra, kondisi jalan tidak sesuai dengan standar jalan untuk jalur logistik. Beban jalan ini terlalu berat sementara jalur alternatif yang menghubungkan Matur dan Palembayan belum tuntas ditingkatkan kapasitasnya.

Tidak bisa dilewati untuk angkutan berat seperti trailler. Sehingga Produksi Agam kesulitan dipasarkan ke luar provinsi Riau, Jambi, Medan dan sebagainya.

"Untuk perbaikan geometriknya butuh anggaran yang cukup besar dari APBD Provinsi Sumatra Barat. Kita menyadari kemampuan provinsi sangat terbatas," kata Indra.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X