Kompas.com - 28/07/2020, 10:50 WIB
Ilustrasi hewan kurban
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAIlustrasi hewan kurban

PADANG, KOMPAS.com - Penjual hewan kurban di Kota Padang, Sumatera Barat, diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan.

Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian melakukan pemantauan ke tempat-tempat penjual hewan kurban.

"Penjual hewan kurban tersebut harus memenuhi protokol kesehatan, di antaranya penjual dan pembeli harus menggunakan masker, ketika transaksi harus berjarak, penjual tidak boleh dalam kondisi sakit dan kami anjurkan untuk pembayaran dengan non tunai, " ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat saat dihubungi, Selasa (28/7/2020).

Baca juga: Petani Diterkam Buaya di Hadapan Istri dan Anaknya

Untuk memastikan penjual hewan kurban memenuhi protokol kesehatan, Dinas Pertanian Kota Padang sudah membentuk tim untuk melakukan pemantauan tersebut.

Bagi penjual hewan kurban yang tidak memenuhi syarat akan diberi peringatan oleh tim tersebut.

"Tim itu juga nantinya akan memeriksa kesehatan dari hewan kurban tersebut. Tim tersebut sudah berjalan sejak seminggu yang lalu. Sejauh ini belum ada kami menemukan kondisi hewan kurban yang sakit. Kami sebelumnya juga sudah memberikan imbauan kepada para penjual untuk tidak menjual sapi dalam kondisi sakit," kata Syahrial.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Penangkapan Kapal Ikan Vietnam di Natuna Berlangsung Dramatis

Syahrial mengatakan bahwa stok untuk hewan kurban di Kota Padang masih aman dan tidak ada kendala.

"Stok kita aman. Jika nantinya masih kekurangan, kami akan mendatangkan hewan kurban dari daerah lain," kata dia.

Syahrial menyebutkan, untuk tahun ini, jumlah permintaan hewan kurban turun dibandingkan tahun lalu.

Hal ini disebabkan karena kondisi perekonomian masyarakat yang terganggu akibat pandemi virus corona.

"Untuk permintaan sudah mulai meningkat, karena lebaran Idul Adha sudah semakin dekat. Namun jika dibandingkan tahun lalu ada penurunan," ujar Syahrial.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X