Cerita Relawan Banjir Luwu Utara, Jalan Kaki Sejauh 11 Km untuk Salurkan Bantuan

Kompas.com - 28/07/2020, 06:00 WIB
Relawan Muhammadiyah Disaster Managemen Centre (MDMC) menyeberangi sungai untuk mengantar logistik di pengungsian warga Desa Maipi, Kecamatan Masamba, luwu Utara, Senin (27/07/2020) MUH. AMRAN AMIRRelawan Muhammadiyah Disaster Managemen Centre (MDMC) menyeberangi sungai untuk mengantar logistik di pengungsian warga Desa Maipi, Kecamatan Masamba, luwu Utara, Senin (27/07/2020)

LUWU UTARA, KOMPAS.com - Relawan dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sulawesi Selatan harus berjalan kaki selama tiga jam menuju Desa Maipi untuk mengantarkan bantuan kepada korban banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Hal tersebut dikarenakan akses jembatan di Desa Balebo, Kecamatan Masamba terputus.

“Karena jembatan putus kami harus menyeberangi sungai lalu berjalan kaki sejauh 11 kilometer selama 3 jam untuk sampai di pengungsian warga Desa Maipi,” kata Suharno, relawan MDMC saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2020).

Baca juga: Pasangan Ini Menikah di Tengah Pengungsian Banjir Bandang Luwu Utara

Dalam perjalanan, Suharno dan puluhan relawan membawa kebutuhan warga pengungsi berupa beras, mi instan, telur, ikan asin, minyak goreng, dan lilin.

“Kami disambut warga saat kami membawa bantuan, memang kondisi warga sangat memprihatinkan karena kebutuhan logistiknya masih sangat terbatas, terutama alat penerangan,” ucap Suharno.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Sinjai Ahmad Mudzakir menambahkan, sejumlah relawan yang bermaksud mengantar bantuan ke Desa Maipi terpaksa harus dikumpulkan di rumah warga di Desa Balebo.

“Sudah dua kali kami ke sini untuk mengantar logistik ke Desa Maipi tapi terkendala dengan jembatan yang rusak dan banjir, sehingga kami Baznas Sinjai harus dikumpulkan dulu di rumah warga untuk kemudian disalurkan ke lokasi tujuan oleh warga dari Maipi menggunakan motor,” ujar Ahmad Mudzakir.

Baca juga: Pasangan Ini Menikah di Tengah Pengungsian Banjir Bandang Luwu Utara

Agar bantuan logistik segera tersalurkan, warga Desa Maipi yang berada di pengungsian harus turun ke Desa Balebo secara bergantian untuk mengangkut logistik.

Mereka menyeberangi sungai yang arusnya cukup deras dan mengangkat motor secara bergotong royong agar kebutuhan pengungsi segera terpenuhi.

Kondisi ini dimanfaatkan saat air sungai Masamba surut.

“Agar bantuan cepat sampai kami gunakan motor dari Desa Balebo ke Maipi dengan cara mengangkat motor di sungai, itu kalau bantuan kami ambil di Posko Induk. Kalau di Balebo ada bantuan dari relawan untuk warga Maipi kami angkut dengan menyeberangi sungai lalu diangkut pakai motor ke lokasi,” tutur Asdar, warga Desa Maipi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Mamuju Tengah, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Mamuju Tengah, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
4 Pencuri Relief Makam Ditangkap, Barang Curian Hendak Dijual ke Jakarta

4 Pencuri Relief Makam Ditangkap, Barang Curian Hendak Dijual ke Jakarta

Regional
Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Bikin Kerangka Jendela

Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Bikin Kerangka Jendela

Regional
Beredar Foto Diduga Hasil Putusan MA soal Gugatan Petahana, Ini Tanggapan KPU Ogan Ilir

Beredar Foto Diduga Hasil Putusan MA soal Gugatan Petahana, Ini Tanggapan KPU Ogan Ilir

Regional
23 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning, Khofifah: Kesembuhan Konsisten Dibanding Kasus Baru

23 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning, Khofifah: Kesembuhan Konsisten Dibanding Kasus Baru

Regional
Pembelajaran Tatap Muka di Solo Mulai November, Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Pembelajaran Tatap Muka di Solo Mulai November, Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Regional
Baru Lahir, Bayi Perempuan Ini Positf Corona Tertular dari Ibunya

Baru Lahir, Bayi Perempuan Ini Positf Corona Tertular dari Ibunya

Regional
Ingin Hidup Mandiri, Puluhan Mantan ODGJ Bercocok Tanam hingga Membatik

Ingin Hidup Mandiri, Puluhan Mantan ODGJ Bercocok Tanam hingga Membatik

Regional
Banjir Bandang Terjang Tujuh Desa di Trenggalek, Ratusan Rumah Terendam

Banjir Bandang Terjang Tujuh Desa di Trenggalek, Ratusan Rumah Terendam

Regional
Erick Thohir: 2022 Tak Lagi Beli Vaksin Impor

Erick Thohir: 2022 Tak Lagi Beli Vaksin Impor

Regional
Viral, Video Anggota TNI Masuk Gorong-gorong, Begini Ceritanya

Viral, Video Anggota TNI Masuk Gorong-gorong, Begini Ceritanya

Regional
Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka, Ini Kronologi Dugaan Kasusnya

Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka, Ini Kronologi Dugaan Kasusnya

Regional
2 Santri Lombok Tengah Terseret Air Bah, 1 Tewas, 1 Hilang

2 Santri Lombok Tengah Terseret Air Bah, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Jadi Pasien Covid-19 Pertama, Sekda Kabupaten Taliabu: Saya Sudah Sembuh Total...

Jadi Pasien Covid-19 Pertama, Sekda Kabupaten Taliabu: Saya Sudah Sembuh Total...

Regional
Kisah Perawat Pasien Covid-19, Dimarahi hingga Dilarang Pulang ke Rumah

Kisah Perawat Pasien Covid-19, Dimarahi hingga Dilarang Pulang ke Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X