Pria Penganiaya Ibu yang Anaknya Dikatai Juling Menyerahkan Diri

Kompas.com - 27/07/2020, 21:02 WIB
AKBP Roman Smaradhana Elhaj didampingi Kasat Reskrim AKP Paulus dan personel menggelar konferensi pers terkait kasus penganiayaan berujung kematian yang dilakukan tersangka terhadap tetangganya di Dusun Janji Matogu, Pardomuan, Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, Senin (27/7/2020). KOMPAS.COM/ORYZA PASARIBUAKBP Roman Smaradhana Elhaj didampingi Kasat Reskrim AKP Paulus dan personel menggelar konferensi pers terkait kasus penganiayaan berujung kematian yang dilakukan tersangka terhadap tetangganya di Dusun Janji Matogu, Pardomuan, Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, Senin (27/7/2020).

TAPANULI SELATAN, KOMPAS.com - Pelarian pelaku penganiayaan tetangganya seorang ibu rumah tangga hingga tewas di Tapanuli Selatan berakhir, Minggu (27/7/2020).

RSS (40), pria yang mengatai putri korban dengan sebutan juling ini menyerahkan diri setelah mendapat kabar bahwa perempuan yang dianiayanya meninggal dunia.

"Pelaku kita jemput di sebuah terminal bus di daerah Tarutung, Tapanuli Utara, Minggu (26/7/2020). Pelaku mau menyerahkan diri setelah dibujuk dan mengetahui kalau korban yang dianiayanya sudah meninggal dunia," ujar Kepala Polisi Resor Tapanuli Selatan AKBP Roman Smaradhana saat menggelar konferensi pers, Senin (27/7/2020) sore.

Baca juga: Kronologi Pria Aniaya Seorang Ibu hingga Tewas, Berawal dari Pelaku Katai Anak Korban Juling

Roman mengatakan, setelah menganiaya korban, pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor ke tempat keluarganya di Simarpinggan, Tapanuli Selatan.

Dari sana, pelaku meminta keluarganya untuk mengantarkannya ke Kota Padang Sidempuan. Lalu dari Padang Sidempuan, pelaku kabur menumpang bus ke daerah Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan. Lalu, pergi lagi ke daerah Tarutung, Tapanuli Utara.

"Pengakuan pelaku, dia merasa kesal karena korban melempar rumahnya juga memakinya dengan kata-kata kasar. Lalu emosi dan kemudian memukul korban dengan menggunakan sepotong kayu," ujar Roman.

Sebelumnya, LHP (30), seorang ibu rumah tangga tewas setelah dianiaya tetangganya sendiri.

Korban meninggal di tempat akibat dipukul menggunakan sepotong kayu oleh pelaku di Lingkungan V, Dusun Janji Matogu, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan,Tapanuli Selatan, Jumat (24/7/2020).

"Pelaku masih dalam penyelidikan. Untuk motif awal bertengkar gara-gara korban tidak terima anaknya dikatai juling," ungkap Kepala Sub Bagian Humas Polres Tapanuli Selatan Ipda Asdul Pane lewat pesan singkatnya, Minggu (26/7/2020).

Asdul mengatakan, korban seorang wanita berinisial LHP (30) dan pelaku seorang pria berinisial RSS (40) saling bertetangga dan tinggal bersebelahan rumah.

Baca juga: Kata Juling Picu Konflik Tetangga hingga Berujung Pembunuhan, Polisi Sebut Ada Motif Lain

Selain gara-gara putri korban dikatai juling oleh pelaku, motif kuat dari kejadian itu juga diduga karena sengketa batas tanah.

"Ada motif sengketa tanah juga, korban dan pelaku sudah lama tidak akur gara-gara batas tanah di depan rumah mereka yang bersebelahan," kata Asdul.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X