Kompas.com - 27/07/2020, 20:18 WIB
Bripka Fery Ferdian memperlihatkan jagung hasil panen dari program Jaga Kampung Polda Riau yang digarap bersama  kelompok tani Harapan Jaya di Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (24/7/2020). KOMPAS.COM/IDONBripka Fery Ferdian memperlihatkan jagung hasil panen dari program Jaga Kampung Polda Riau yang digarap bersama kelompok tani Harapan Jaya di Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (24/7/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Brigadir Kepala (Bripka) Fery Ferdian meluangkan waktu untuk bertani demi membantu para petani di Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Anggota Polsek Pangkalan Kerinci, Polres Pelalawan, ini menggarap lahan pertanian bersama Kelompok Tani Harapan Jaya di Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat.

Di Pangkalan Kerinci Barat, Bripka Fery Ferdian bertugas sebagai Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau yang lebih dikenal Bhabinkamtibmas.

Selain melayani, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, ternyata Fery sudah beberapa bulan ikut bertani.

Saat diwawancarai Kompas.com, Senin (27/7/2020), Fery mengaku ikut menggarap lahan bersama kelompok tani Harapan Jaya.

Baca juga: Kritik Belajar Online, Dedi Mulyadi Ajarkan Siswa Beternak dan Bertani

Dia berkolaborasi dengan petani untuk meningkatkan ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19.

Sebab, wabah virus itu tidak hanya berdampak kepada kesehatan, tapi juga berakibat buruk terhadap perekonomian masyarakat. Terlebih para petani.

"Lahan yang kami garap ini luasnya sekitar 13 hektare. Di dalamnya bermacam jenis tanaman yang kami tanam, seperti jagung manis, terong, kacang panjang, gambas, kangkung, mentimun. Ada juga ternak ikan nila," sebut Fery.

Dia mengatakan, lahan 13 hektare ini diperuntukkan untuk bercocok tanam dari program "Jaga Kampung" Polda Riau.

Program tersebut adalah untuk mengantisipasi kelangkaan pangan di tengah pandemi Covid-19.

Fery dan kelompok tani Harapan Jaya tak menyia-nyiakan kesempatan itu.

Sarjana ekonomi ini bersama kelompok tani dengan dibina oleh dinas pertanian pemerintah setempat mulai menggarap lahan.

Pria asal Pekanbaru itu bekerja keras membantu petani dalam meningkatkan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

"Selama 72 hari saya memang setiap habis apel pagi langsung ganti pakaian dinas polisi dengan pakaian petani berangkat ke kebun," akui Fery.

Awal mula bertani

Fery menceritakan kisah awal mula ikut bertani. Sebelum lebaran Idul Fitri lalu, ada program "Jaga Kampung" dari Polda Riau untuk meningkatkan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

Fery kemudian menemui para petani untuk membicarakan soal penggarapan lahan. Untuk bibit dan pupuk mendapat bantuan dari Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

"Setelah itu kami mulai membersihkan lahan hingga penanaman," sebut Fery.

Sembari tertawa, ia mengaku tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni untuk bertani.

Baca juga: Gubernur Banten Minta Dinas Pertanian Tanam Cabe hingga Ketela untuk Pulihkan Ekonomi

Tapi setelah bergabung dengan kelompok tani dan mendapat pembinaan dari dinas pertanian, ilmu bertani pun perlahan didapati Fery.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X