Cara Jabar Bangkitkan Ekonomi Pasca-pandemi Covid-19

Kompas.com - 27/07/2020, 18:36 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri groundbreaking pembangunan pabrik PT Meiloon Technology Indonesia di Taifa Industrial Estate, Pagaden, Kab. Subang, Selasa (21/7/2020). Humas Pemprov JabarGubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri groundbreaking pembangunan pabrik PT Meiloon Technology Indonesia di Taifa Industrial Estate, Pagaden, Kab. Subang, Selasa (21/7/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Provinsi Jawa Barat mulai meraba langkah untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi pasca diserang pandemi Covid-19. Berbagai cara mulai dirancang agar geliat ekonomi kembali tumbuh.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, upaya proaktif harus dilakukan agar pertumbuhan ekonomi di Jabar kembali stabil.

Ridwan pun Senin (27/7/2020) melakukan penandatangan perjanjian kerja sama dukungan penyediaan pembiayaan dan penempatan dana kepada BPD dalam rangka pemulihan ekonomi nasional di Kantor Kementerian Keuangan.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Jabar mendapat bantuan Rp 10 triliun dari pemerintah pusat untuk pemulihan ekonomi. Dari total Rp10 triliun tersebut, Rp 4 trilun di antaranya merupakan pinjaman daerah tanpa bunga untuk pemulihan ekonomi.

"Jabar menerima dukungan luar biasa dari pemerintah pusat, ada Rp10 triliun yang akan disiapkan untuk Jawa Barat," ujar Emil, sapaan akrabnya dalam webminar bertajuk Siasat Rwcovery BUMD Jabar di era AKB, Senin (27/7/2020).

Baca juga: 921.000 Paket Bantuan Tahap II Dibagikan kepada Warga Jabar

Selain itu, Emil juga meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jabar untuk berkontribusi dalam pemulihan ekonomi.

Ia menegaskan, setiap peluang harus segera ditangkap. Ia menganalogikan, setiap Rp 1 triliun investasi yang masuk bisa menyerap sedikitnya 8.000 tenaga kerja.

"Jadi segera dekati dubes-dubes, jangan gubernur saja yang deketi dubes. Direktur utama, komisaris lakukan safari, makan malam, lobi-lobi. Rezeki itu harus dijemput nggak bisa ditunggu. Jadi para direksi BUMD jangan melakukan ekonomi jaga warung, hanya menunggu pembeli datang. Tapi lakukan ekonomi ketuk pintu supaya kita bisa investasi datang ke Indonesia," tutur Emil.

Selain itu, ia juga meminta BUMD memperbanyak pengembangan bisnis berbasis teknologi.

"Oleh karena itu, saya sebagai gubernur akan mengukur tiga hal, yaitu pertumbuhan usaha, kontribusi terhadap pendapatan daerah, kemudian harus terlihat kontirbusi terhadap pembanguna daerah," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran di Kotabaru Kalsel, 150 Rumah Habis Terbakar

Kebakaran di Kotabaru Kalsel, 150 Rumah Habis Terbakar

Regional
Siapa Sangka, Hobi Steven Mengoleksi Tanaman Karnivora Mampu Hasilkan Cuan Jutaan Rupiah

Siapa Sangka, Hobi Steven Mengoleksi Tanaman Karnivora Mampu Hasilkan Cuan Jutaan Rupiah

Regional
Operasi Zebra, Polisi Bagikan Masker dan Boneka ke Pengguna Jalan, Tak Ada Sanksi Tilang

Operasi Zebra, Polisi Bagikan Masker dan Boneka ke Pengguna Jalan, Tak Ada Sanksi Tilang

Regional
Dirut Bank di Salatiga Bantah Uang Nasabah Rp 1 M Raib: Transaksi Dilakukan di Luar Kantor

Dirut Bank di Salatiga Bantah Uang Nasabah Rp 1 M Raib: Transaksi Dilakukan di Luar Kantor

Regional
3 Pesepeda di Sleman Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes

3 Pesepeda di Sleman Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes

Regional
Ada 1,9 Juta Pemilih Milenial dan 3.989 Difabel di Pilkada Banten

Ada 1,9 Juta Pemilih Milenial dan 3.989 Difabel di Pilkada Banten

Regional
Polisi Tangkap Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya di Depan Panti Asuhan

Polisi Tangkap Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya di Depan Panti Asuhan

Regional
Cerita 11 Tahun Susuri Setapak di Hutan Belantara Kalimantan demi Mengajar...

Cerita 11 Tahun Susuri Setapak di Hutan Belantara Kalimantan demi Mengajar...

Regional
Proses Hukum Pelaku Perusakan Mesin ATM BRI Dihentikan Polisi, Ini Alasannya

Proses Hukum Pelaku Perusakan Mesin ATM BRI Dihentikan Polisi, Ini Alasannya

Regional
Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Mataram Selama 6 Hari, Gugus Tugas: Semoga Terus Bertahan

Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Mataram Selama 6 Hari, Gugus Tugas: Semoga Terus Bertahan

Regional
Jejak Perjalanan Warga Rohingya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Jejak Perjalanan Warga Rohingya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Regional
Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Regional
Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Regional
Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan 'Drive-Thru'

Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan "Drive-Thru"

Regional
Cegah Pernikahan Dini di Mataram, Paslon Selly-Manan Akan Buat Balai Mediasi di Kelurahan

Cegah Pernikahan Dini di Mataram, Paslon Selly-Manan Akan Buat Balai Mediasi di Kelurahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X