Terima Rp 100.000 Per Transaksi, Muncikari Prostitusi Online: Itu Ungkapan Terima Kasih

Kompas.com - 27/07/2020, 17:06 WIB
Sosok CA (32), laki-laki yang didiuga menjadi pelaku bisnis prostitusi online, saat berada di depan Kantor Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolres Jombang, Jawa Timur, Senin (27/7/2020). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍSosok CA (32), laki-laki yang didiuga menjadi pelaku bisnis prostitusi online, saat berada di depan Kantor Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolres Jombang, Jawa Timur, Senin (27/7/2020).

JOMBANG, KOMPAS.com - Seorang muncikari prostitusi online berinisial CA, warga Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, ditangkap polisi pada Jumat (23/7/2020).

CA diringkus setelah polisi menangkap perempuan berinisial F (20) dengan seorang laki-laki di sebuah penginapan di bekas lokalisasi Tunggorono.

Baca juga: Muncikari Prostitusi Online Ditangkap Polisi, Dapat Rp 100.000 Per Transaksi

Kepada polisi, CA mengaku telah tiga kali mencarikan pelanggan untuk F melalui aplikasi pesan instan, MiChat.

Pada pelanggan pertama dan kedua, F mendapatkan bayaran masing-masing Rp 500.000. F memberikan fee sebesar Rp 100.000 kepada CA per transaksi.

Sementara pada pelanggan ketiga, F mendapatkan bayaran Rp 600.000. Perempuan itu memberikan fee sebesar Rp 200.000 kepada CA.

Di hadapan polisi dan wartawan, CA mengakui hal itu. Tapi, ia mengaku tak pernah mematok bayaran.

"Saya tidak pernah mematok harga atau bayaran. Dikasih Rp 100.000 saya terima, karena itu hanya ungkapan terima kasih," ujar CA di Mapolres Jombang, Senin (27/7/2020).

CA menyebutkan, dirinya ingin membantu F yang mengaku sedang kesulitan keuangan.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jombang Iptu Dwi Retno Suharti mengatakan, CA ditangkap berdasarkan pengembangan kasus penangkapan pasangan di penginapan bekas lokalisasi Tunggorono.

"Awalnya kami mengamankan pasangan bukan suami istri di eks lokalisasi Tunggorono. Dari situ kemudian terungkap kalau ada peran CA," kata Retno.

Retno mengatakan, CA berperan sebagai muncikari dan menawarkan F kepada pelanggan lewat aplikasi MiChat.

Baca juga: Dijanjikan Pekerjaan, Gadis Ini Malah Dijebak Muncikari

"Menawarkannya lewat online, aplikasi MiChat. Pengakuan tersangka baru tiga kali, tetapi kami masih mendalami," ujar Retno.

Akibat perbuatannya, CA dijerat dengan Pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman pidana kurungan satu tahun empat bulan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X