Seorang Remaja Perkosa Adik Kandungnya hingga Hamil dan Melahirkan

Kompas.com - 27/07/2020, 12:57 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

KOMPAS.com - ND (15) tega memerkosa adik kandungnya sampai hamil dan melahirkan. Korban yang berusia 13 tahun itu melahirkan di Surabaya.

"Korban baru saja melahirkan. Saat ini korban berusia 13 tahun," kata Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya Iptu Fauzy Pratama seperti dikutip dari Suryamalang.com, Senin (27/7/2020).

Baca juga: Pesepeda Meninggal Tergeletak di Tengah Jalan, Tubuhnya Gemetar Sebelum Jatuh

Fauzy mengatakan, ND memerkosa adik kandungnya dari 2018 sampai Juli 2020.

Aksi itu pertama kali dilakukan saat ND pulang dalam kondisi mabuk.

ND dan adiknya tidur di kamar yang sama. Ia pun memerkosa adiknya yang sedang tertidur malam itu.

"Saat itu dia pulang dalam kondisi mabuk. Lalu terjadi hubungan suami istri itu," kata Fauzy.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, ND memerkosa adiknya sebanyak dua kali dalam sepekan.

Fauzy menyebutkan, ND tega memerkosa adiknya karena terpengaruh video porno yang ditonton dari ponselnya.

Baca juga: Warga Suruh Perempuan Bersihkan Sampah di Depan Rukonya, Ternyata yang Disuruh Camat

"Tersangka mengaku terangsang setelah melihat video dewasa. Itu yang membuat tersangka melampiaskan ke adiknya di kamar yang mereka tempati," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Bocah 15 Tahun Setubuhi Adik Kandung sampai Hamil dan Lahirkan Anak di Surabaya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Regional
Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Regional
Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Regional
Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Regional
BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X