Tak Terima Ditegur, 8 Pemuda Mabuk Keroyok Seorang Polisi dan Kepala Desa

Kompas.com - 27/07/2020, 11:56 WIB
Kapolresta Bandung, Kombes Hendra Kurniawan tengah memperlihatkan barang bukti dan korban yang mengalami luka di pelipis matanya akibat pengeroyokan sejumlah pemuda mabuk, Senin (27/7/2020). KOMPAS.COM/AGIE PERMADIKapolresta Bandung, Kombes Hendra Kurniawan tengah memperlihatkan barang bukti dan korban yang mengalami luka di pelipis matanya akibat pengeroyokan sejumlah pemuda mabuk, Senin (27/7/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Brigadir Iwan Handayana, seorang petugas Babinkamtibmas Polresta Bandung dianiaya sejumlah pemuda yang tengah mabuk minuman keras jenis tuak di Kampung Kerenceng, Desa Bojong Malaka Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2020) sekitar 23.00 WIB.

Iwan menjelaskan bahwa malam itu usai apel gabungan, korban melakukan patroli ke desa Bojong Malaka.

Saat sedang ngobrol dengan pak kades, ada laporan dari masyarakat adanya sejumlah pemuda yang tengah nongkrong sambil minuman keras di salah satu tempat pemakamam di kampung tersebut.

Baca juga: Tak Terima Ditegur, Pengendara Mobil Ugal-ugalan Tabrak Polisi hingga Tewas

Iwan diantar kepala desa mendatangi lokasi, akan tetapi saat korban menegur, sejumlah pemuda mabuk itu menjawab dengan bahasa yang kasar dan melakukan penyerangan terhadap korban.

"Dia bilang, saya orang pribumi mau apa kamu, Dia bilang kasar. Saya tunggu mereka di desa, pas balik kanan dikeroyok. Saya dipukul pakai batu, pak Kepala Desa juga dikejar," kata Iwan saat konferensi pers di Mapolresta Bandung, Senin (27/7/2020).

Baca juga: Tak Terima Ditegur Saat Pesta Miras, Kakak Beradik Aniaya Ayah Kandung

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

8 pemuda mabuk diamankan

Kapolresta Bandung, Kombes Hendra Kurniawan menjelaskan bahwa penganiayaan terhadap petugas kepolisian ini terjadi lantaran para pemuda tersebut tengah dipengaruhi minuman keras jenis tuak, akibatnya korban mengalami luka di pelipis mata.

Atas perbuatan para pelaku, polisi mengamankan 8 orang pemuda mabuk tersebut. Dari seluruh pemuda itu, tiga orang dinyatakan sebagai tersangka dan diproses secara hukum.

"Tiga orang ini terdiri dari dua dewasa dan satu anak di bawah umur. Para pelaku mengeroyok petugas karena pengaruh miras," kata Hendra.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 170 yakni tentang pengeroyokan dilakukan bersama-sama, dan pasal 212 tentang melawan oetugas yang sedang beertugas.

Baca juga: Viral, Video Sopir Pikap Tampar Petugas SPBU Perempuan karena Tak Terima Ditegur

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X