Mayat Gadis Penuh Luka Ditemukan Mengambang di Kolam Ikan

Kompas.com - 26/07/2020, 19:20 WIB
Sesosok mayat perempuan ditemukan di sebuah kolam ikan pinggir Jalan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (26/7/2020). KOMPAS.com/ IRWAN NUGRAHASesosok mayat perempuan ditemukan di sebuah kolam ikan pinggir Jalan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (26/7/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Mayat perempuan tanpa identitas yang diperkirakan berumur belasan tahun dengan wajah penuh luka lebam ditemukan mengambang di sebuah kolam ikan pinggir Jalan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (26/7/2020).

Di sekitar lokasi temuan mayat tersebut terdapat tas keresek berwarna hitam yang berisi beberapa pakaian lengkap wanita, termasuk pakaian dalam dan bra.

Warga sekitar lokasi penemuan mayat di Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, menjadi geger dan mengerumuni proses evakuasi.

Baca juga: Kasus Mayat Bayi Terbungkus Plastik, Diduga Dibunuh Ibunya, Pelaku Sudah Diamankan

 

Saat ditemukan, mayat itu telah mengeluarkan bau tak sedap.

Kapolsek Indihiang Kompol Didik Rohim mengatakan, awalnya polisi menerima informasi dari warga yang kali pertama menemukan mayat itu di tempat kejadian perkara (TKP).

Saat tiba di lokasi, petugas menemukan mayat mengambang dalam kondisi menelungkup.

"Dari hasil pemeriksaan awal, mayat ini belum ada indikasi kekerasan. Namun kami akan melaksanakan proses lebih lanjut. Mayat sudah berada di kamar mayat RSUD Soekardjo Tasikmalaya," jelas Didik kepada wartawan, Minggu sore.

Didik menambahkan, korban diperkirakan berusia sekitar 18 tahunan.

Saat ditemukan, mayat memakai pakaian kaos berwarna hijau, celana jins, dan sepatu putih.

"Kita belum bisa pastikan sudah berapa hari (meninggalnya). Nanti tim yang menyebutkan," ungkapnya.

Sampai sekarang mayat perempuan yang di sampingnya terdapat kantong keresek berwarna hitam tersebut sedang menjalani visum awal oleh tenaga medis dan petugas identifikasi Satreskrim Polresta Tasikmalaya.

Baca juga: Mayat Bayi Terbungkus Plastik yang Ditemukan di Kamar Diperkirakan Sudah Meninggal 3 Hari

Petugas belum bisa memastikan penyebab kematian korban dan masih dalam pengecekan identitas korban melalui pengambilan sidik jari.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Survei yang Catut KPU Makassar Dipastikan Hoaks

Hasil Survei yang Catut KPU Makassar Dipastikan Hoaks

Regional
Risma Banjir Dukungan, Balai Kota Dipenuhi Karangan Bunga dan Ibu-ibu Gelar Aksi Solidaritas

Risma Banjir Dukungan, Balai Kota Dipenuhi Karangan Bunga dan Ibu-ibu Gelar Aksi Solidaritas

Regional
Kembali Terjadi, 20 Ton Pasir Timah Seharga Rp 3 M Diselundupkan dari Natuna

Kembali Terjadi, 20 Ton Pasir Timah Seharga Rp 3 M Diselundupkan dari Natuna

Regional
Pemkab Karawang Kekurangan Reagen PCR Covid-19, Berencana Beli 5.000 Unit

Pemkab Karawang Kekurangan Reagen PCR Covid-19, Berencana Beli 5.000 Unit

Regional
Oleh Partai, Mereka Dicopot karena Dianggap Membelot...

Oleh Partai, Mereka Dicopot karena Dianggap Membelot...

Regional
Riau Peringkat 6 Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional

Riau Peringkat 6 Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional

Regional
Warga Temukan Bayi Terbungkus Selimut Tipis di Pos Ronda, Polisi: Kondisinya Masih Hidup

Warga Temukan Bayi Terbungkus Selimut Tipis di Pos Ronda, Polisi: Kondisinya Masih Hidup

Regional
25.297 Jiwa Terdampak Banjir Tebing Tinggi, Gubernur Sumut: Perut Dulu Ini untuk Rakyat...

25.297 Jiwa Terdampak Banjir Tebing Tinggi, Gubernur Sumut: Perut Dulu Ini untuk Rakyat...

Regional
Gara-gara Dendam, Tiga Remaja Bunuh Karyawan SPBU di Bengkulu

Gara-gara Dendam, Tiga Remaja Bunuh Karyawan SPBU di Bengkulu

Regional
Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada Tinggi, Bawaslu Beri Sanksi Tegas ke Paslon Kepala Daerah

Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada Tinggi, Bawaslu Beri Sanksi Tegas ke Paslon Kepala Daerah

Regional
Gubernur Gorontalo Larang Isolasi Mandiri Setelah 16 Guru Positif Covid-19

Gubernur Gorontalo Larang Isolasi Mandiri Setelah 16 Guru Positif Covid-19

Regional
Diduga Langgar Kode Etik, KPU dan Bawaslu Ketapang Disidang DKPP

Diduga Langgar Kode Etik, KPU dan Bawaslu Ketapang Disidang DKPP

Regional
[POPULER NUSANTARA] Soal Kabar Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi dari Pintu Belakang, Ini Kata Polisi | Dokter Yudhi Meninggal karena Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Soal Kabar Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi dari Pintu Belakang, Ini Kata Polisi | Dokter Yudhi Meninggal karena Covid-19

Regional
RS Rujukan Covid-19 Kulon Progo Penuh sejak Klaster Dukcapil Muncul

RS Rujukan Covid-19 Kulon Progo Penuh sejak Klaster Dukcapil Muncul

Regional
Jadi Komoditas Ekspor, Bahan Baku Briket Arang di Jawa Tengah Mulai Langka

Jadi Komoditas Ekspor, Bahan Baku Briket Arang di Jawa Tengah Mulai Langka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X