Pelajar di Bulukumba Harus Daki Bukit dan Seberangi Sungai demi Bisa Belajar Online

Kompas.com - 25/07/2020, 11:08 WIB
Suasana Firdawasnyah (13) siswa MTs PP Nurul Falah Borongganjeng mengerjakan tugas di Kebun,  Desa Kahayya, Kecamatan Kindang Bulukumba, Sulawesi Selatan. KOMPAS.com/NURWAHIDAHSuasana Firdawasnyah (13) siswa MTs PP Nurul Falah Borongganjeng mengerjakan tugas di Kebun, Desa Kahayya, Kecamatan Kindang Bulukumba, Sulawesi Selatan.

BULUKUMBA, KOMPAS.com - Firdawasnyah (13) harus merasakan perjuangan ekstra saat mengikuti belajar daring (online).

Karena buruknya sinyal di kampungnya, Firdawasnyah terpaksa jalan kaki 2.5 kilometer ke kawasan wisata Puncak Donggia Hills saat mengerjakan tugas sekolah.

Ketika tiba di atas puncak dia tidak menikmati pemandangan, matanya tapi sibuk ke layar ponsel Android.

Baca juga: Dua Pelajar Perempuan Ini Dipacari, Lalu Dijual Pacar ke Pria Hidung Belang Via MiChat

Lelaki asal Dusun Tabbuakang, Desa Kahayya, Kecamatan Kindang Bulukumba, Sulawesi Selatan, itu mengatakan sekolahnya menerapkan belajar di rumah, sehingga materi dan tugas disampaikan secara online.

"Kalau di rumah tidak ada sinyal internet makanya ke puncak membawa buku dan pulpen jadi tugas dikerjakan langsung dengan ditulis lalu difoto baru dikirim ke grup WhatsApp," kata Firdawasnyah, saat dikonfirmasi, Kompas.com, Sabtu (25/7/2020).

Firdawasnyah naik ke puncak bersama teman-temannya. Sebelum naik ke gunung, mereka membeli pulsa data.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau ke Puncak saya jalan kaki karena ban motor kempis jadi lebih baik jalan kaki bersama teman-teman. Sebelum ke lokasi kami membeli pulsa data dulu. Kalau pulsa saya habis terpaksa numpang WiFi sama teman, karena ibu tidak punya uang," tuturnya.

Baca juga: Perjuangan Siswa SD Bulukumba Menuju Sekolah, Lewati Jalan Hancur dan Kedinginan karena Baju Basah

Siswa yang duduk di kelas I kelas III MTs PP Nurul Falah Borongganjeng Bulukumba, ini mengaku tiap hari ke puncak Donggia Hills. Dia berangkat sekitar pukul 07.00 Wita.

Firdawasnyah mengatakan, pernah satu kali gurunya meminta untuk mengunduh aplikasi tertentu. 

Karena sinyal di Donggia Hills kurang kuat untuk mengunduh aplikasi, Firdawasnyah terpaksa berjalan lebih jauh sampai melewati sungai di perbatasan Bulukumba dan Sinjai.

"Untuk download aplikasi di Puncak, sinyal kurang kuat makanya jalan kaki dari rumah ke kebun sekitar empat kilometer. Di kebun bagus signal, tapi berjuang lagi lewati jembatan bambu di sungai. Kalau lewati jembatan harus pelan-pelan," tuturnya.

Baca juga: Tak Bisa Kendalikan Mobil, Sipir Lapas Nunukan Tabrak Pelajar SMP hingga Tewas

Guru MTs PP Nurul Falah Asri (26) mengatakan sinyal internet untuk beberapa daerah di Bulukumba memang masih buruk.

Dia berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membangun menara pemancar sinyal agar kebutuhan warga bisa terpenuhi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X