Terjadi Transmisi Lokal, Lendah jadi Klaster Covid-19 Pertama di Kulon Progo

Kompas.com - 24/07/2020, 20:17 WIB
Ilustrasi penyebaran virus corona ShutterstockIlustrasi penyebaran virus corona

KULON PROGO, KOMPAS.com -Transmisi lokal Coronavirus Diseases 2019 ( Covid-19) melonjak di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Juli 2020.

Penularan dari warga ke warga mulai banyak terjadi, terutama di Kapanewon (kecamatan) Lendah.

Sebanyak enam kasus positif Covic-19 baru yang ada di Kulon Progo nyaris berurutan, semuanya warga Lendah.

Baca juga: Penumpang Bus yang Diturunkan Paksa karena Batuk Akhirnya Meninggal di RSUD Wates

Kasus-kasus itu muncul dalam tempo kurang dari 2 pekan.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo sampai menyatakan, kasus dalam satu kecamatan itu kini muncul sebagai Klaster Lendah.

“Klaster Lendah dengan jumlah positif enam orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Kulon Progo, Baning Rahayujati lewat pesan singkatnya, Jumat (24/7/2020).

"Cluster terlokalisir,” sambung Baning.

Dua kasus positif Covid-19 muncul hari ini. KP-26, perempuan, 53 th, asal Lendah. Satu lagi KP-27, seorang laki-laki (38), asal Wates.

Keduanya tidak menunjukkan gejala klinis serius tapi dipastikan mengidap SARS CoV-2.

Baca juga: 2 Pasien Positif Sembuh, Kulon Progo Masuk Zona Kuning Covid-19

KP-26 lantas menjadi sorotan. Dia merupakan kontak erat KP-19, laki-laki (59) yang masih menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Bantul.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X