Kalbar Catatkan Nol Kasus Corona, Gubernur: Waspada Puncak Covid-19 Agustus hingga September

Kompas.com - 24/07/2020, 13:28 WIB
Gubernur Kalbar Sutarmidji mengecek kesiapan Masjid Raya Mujahidin gelar shalat Jumat (5/6/2020). dok Pemprov KalbarGubernur Kalbar Sutarmidji mengecek kesiapan Masjid Raya Mujahidin gelar shalat Jumat (5/6/2020).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Sebanyak empat pasien terakhir yang terkonfirmasi positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh.

Dengan demikian, Kalimantan Barat berhasil mencatatkan nol kasus corona dengan 355 pasien sembuh dan 4 orang meninggal dunia.

"Sampai hari ini, sudah tidak ada kasus baru Covid-19 dan pasien yang lama semuanya sudah sembuh," kata Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (24/7/2020).

Kendati demikian, Sutarmidji tetap meminta masyarakat untuk tetap sama-sama menjaga angka nol Covid-19 di Kalbar.

"Harus dijaga apakah sudah melalui puncak atau belum tapi kalau kurva, kayaknya sudah," ujar Sutarmidji.

Baca juga: Warga Pontianak Diizinkan Gelar Resepsi Pernikahan, tapi Pakai Protokol Kesehatan

Sutarmijdi menerangkan, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa puncak Covid-19 berada di antara Agustus sampai dengan September.

"Tapi Presiden bilang puncaknya itu Agustus- September kita perlu waspada, kita disiplinkan masyarakat harus pakai masker," ucap Midji.

Selanjutnya, kata dia, masyarakat yang tidak mematuhi peraturan akan ditindak tegas.

"Masyarakat kita kalau hanya diimbau banyak yang bandel juga nah sekarang tinggal pendisplinan yang tidak pakai masker kita swab langsung," tegas Sutarmidji.

Baca juga: Temuan 5 Kasus Baru dari Razia Masker, Bukti Corona di Pontianak Masih Ada

Sutarmidji melanjutkan, apabila warga yang sudah di-swab kemudian tertangkap lagi tidak menggunakan masker, maka dia akan dites swab ulang dan diisolasi selama sepekan.

"Sekali lagi ketangkap nggak pakai masker, kita isolasi sampai satu Minggu. Mau dia negatif maupun positif tetap kita isolasi," ungkap Sutarmidji.

Pemprov Kalbar juga akan mendenda warga yang melanggar protokol kesehatan.

"Saat ini memang belum ada denda, tapi ke depan saya kira perlu ada denda bagi pelanggar protokol," pungkas Sutarmidji.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X