Tak Pernah Nikmati Listrik, Warga 2 Pulau Ini Iri Lihat Gemerlap Jembatan

Kompas.com - 23/07/2020, 17:24 WIB
Warga Pulau Akar dan Pulau Panjang Kecamatan Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengeluhkan aliran listrik PLN yang masih belum mereka rasakan hingga saat ini. Bahkan untuk kehidupan sehari-hari, warga Galang ini mengandalkan lilin untuk penerangan di malam hari. DOK HUMAS KEPRIWarga Pulau Akar dan Pulau Panjang Kecamatan Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengeluhkan aliran listrik PLN yang masih belum mereka rasakan hingga saat ini. Bahkan untuk kehidupan sehari-hari, warga Galang ini mengandalkan lilin untuk penerangan di malam hari.

BATAM, KOMPAS.com - Warga Pulau Akar dan Pulau Panjang Kecamatan Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengeluh mereka belum rasakan listrik hingga sekarang.

Bahkan untuk kehidupan sehari-hari, warga Galang ini mengandalkan lilin untuk penerangan di malam hari.

"Meski tempat tinggal kami hanya berjarak 300 meter dari penduduk di seputaran Jembatan II Barelang, tapi permukiman kami masih gelap gulita di malam hari," kata Samsudin, warga Galang ditemui di Graha Kepri, Kamis (23/7/2020).

Baca juga: Listrik di Karimun Sering Padam, Salah Satu Penyebabnya Ular Masuk ke Trafo

 

Samsudin mengaku, ia beserta warga Pulau Akar dan Pulau Panjang telah lama mendambakan listrik, namun hingga kini belum juga tereralisasi.

Imbasnya, perekonomian warga juga mati karena tak didukung fasilitas listrik dari PLN.

Selama ini, sambungnya, warga hanya mengandalkan genset milik pribadi dan tidak memadai karena sering rusak.

"Kalau rusak, ya pakai lilin atau lampu minyak tanah," terang Samsudin.

Selain untuk perekonomian, listrik ini penting untuk belajar anak-anak di Pulau Akar dan Pulau Panjang pada malam hari. Sebab, selama ini, mereka hanya bisa belajar siang hari. Sementara malam hari, anak-anak kedua pulau tersebut lebih suka memancing.

"Kalau ada genset, bisalah mereka belajar di malam hari hingga pukul 21.00 WIB atau 22.00 WIB. Tapi kalau rusak seperti sekrang ini, ya mereka kadang mancing," jelas Samsudin.

Ia mengatakan, warga dua pula itu terkadang merasa dianaktirikan.

Mereka iri dan hanya bisa memandang gemerlapnya lampu yang ada di Jembatan Barelang, sementara di tempat sendiri gelap dan kalau pun terang hanya mengandalkan genset.

Menanggapi hal ini, Plt Gubernur Kepri Isdianto menjanjikan akan segera berkunjung ke pulau-pulau tersebut.

Baca juga: 74 Tahun Negara Ini Merdeka, tetapi Kami Belum Menikmati Listrik

 

Ia akan langsung membawa pihak PLN turun ke lokasi untuk melihat kondisi secara langsung.

"Insya Allah saya akan bantu semampu saya. Kalau bisa kenapa tidak kita perjuangkan. Sebagai anak tempatan tentu saya sangat terpanggil untuk membantu," papar Isdianto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X