Ini Alasan Soedarman Tak Dilantik Jadi Wakil Bupati Malang

Kompas.com - 23/07/2020, 16:41 WIB
Wakil Bupati Malang terpilih, Mohamad Soedarman saat ditemui di rumahnya di Kawasan Sudimoro, Kota Malang, Selasa (21/7/2020). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKWakil Bupati Malang terpilih, Mohamad Soedarman saat ditemui di rumahnya di Kawasan Sudimoro, Kota Malang, Selasa (21/7/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Malang disebut tidak perlu mengangkat Mohamad Soedarman menjadi wakil bupati.

Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Jawa Timur, Jempin Marbun mengatakan, sesuai UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, apabila sisa masa jabatan wakil kepala daerah kurang dari 18 bulan, maka tidak perlu diisi wakil kepala daerah.

"Sisa jabatan bupati dan wakil bupati Malang kurang dari 18 bulan, jadi sesuai aturan undang-undang tidak diperlukan wakil bupati," kata Jempin, saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2020).

Karena tidak dilantik, kata Jempin, meski wakil bupati sudah terpilih di DPRD Kabupaten Malang, maka hak dan fasilitasnya tidak akan diberikan oleh pemerintah.

Baca juga: Masa Jabatan Hampir Habis, Soedarman Tak Kunjung Dilantik Jadi Wakil Bupati Malang

"Kalau diberikan haknya nanti malah salah, wong tidak dilantik," ujar dia.

Pada 9 Oktober 2019 lalu, Mohamad Soedarman memenangi proses pemilihan di DPRD Kabupaten Malang.

Dia terpilih setelah mendapatkan 44 suara dari total 50 suara yang diberikan anggota DPRD.

Dia terpilih menduduki posisi Muhammad Sanusi yang pada September 2019 dilantik menjadi Bupati Malang, menggantikan Rendra Kresna yang divonis 6 tahun penjara karena kasus suap Rp 7,5 milliar.

Baca juga: Tak Kunjung Dilantik Jadi Wakil Bupati Malang, Soedarman: Saya Legowo

Soedarman mengaku pasrah meski tidak dilantik sebagai wakil bupati Malang.

Dia mengaku, tidak ingin mengejar jabatan terlalu berlebihan. Sebab, dia hanya ingin mengabdi.

"Apalagi, saat ini sedang pandemi Covid-19, sehingga tidak wajar jika ada perebutan jabatan," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Tanggapan PVMBG

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Tanggapan PVMBG

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

Regional
Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Regional
Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X