Polisi Ungkap Misteri Pembunuhan Pria Bertato "Doa Ibu"

Kompas.com - 23/07/2020, 13:55 WIB
Ilustrasi pembunuhan KOMPAS/DIDIE SWIlustrasi pembunuhan

KABUPATEN KARO, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanah Karo, Sumatera Utara, berhasil mengungkap misteri penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki di Desa Singa, Kecamatan Tigapanah. Sebelumnya.

Mayat dengan ciri-ciri memiliki tato bertuliskan "doa ibu" ini ditemukan oleh warga di aliran Sungai Lau Biang, Desa Singa, Kecamatan Tigapanah, Senin (13/7/2020) lalu.

Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Sastrawan Tarigan, menjelaskan, sebelumnya memang jenazah tersebut tidak memiliki identitas sama sekali saat ditemukan.

Baca juga: Mayat Perempuan Membusuk dalam Sumur Pemakaman, Diduga Korban Pembunuhan

 

Kemudian, setelah pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan, ternyata diketahui jenazah tersebut bernama Rawat Sembiring, warga Desa Namanteran, Kecamatan Namanteran.

"Awalnya kita tidak ketahui identitas korban, namun setelah kita lidik kita dapatkan jenazah tersebut merupakan warga Desa Namanteran, Kecamatan Namanteran," kata Sastrawan saat ditemui di Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (23/7/2020).

Dia menjelaskan, setelah pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan terhadap keluarga korban, akhirnya teka-teki pembunuhan ini berhasil terungkap.

Ia menyebutkan, setelah mengumpulkan beberapa informasi, pihaknya mendapatkan lima nama yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan ini.

Dua nama diduga menjadi pelaku pembunuhan, yaitu Hasil Sembiring (45) yang merupakan otak pelaku, dan rekannya, Sempurna Ginting (51) .

"Kemarin sudah berhasil kita dapatkan dua orang tersangka. Tiga tersangka lagi, sudah kita kantongi nama-namanya," kata Sastrawan.

Sastrawan menjelaskan, aksi kejahatan ini diduga didalangi oleh kerabat Tiri korban, yaitu Hasil Sembiring yang diketahui merupakan kakak tiri korban.

Motif pembunuhan

Ia mengatakan, menurut pengakuan para tersangka, pembunuhan ini diduga sudah direncanakan ini.

Motifnya, pelaku sudah merasa sangat terganggu atas kelakuan korban yang sering meresahkan. Akhir-akhir ini, korban diketahui mengidap gangguan jiwa sehingga sering membuat resah.

"Korban memang mengalami gangguan jiwa, mungkin pelaku yang masih keluarga korban ini sudah merasa terganggu dengan tingkah lakunya, akhirnya merencanakan pembunuhan ini bersama pelaku lainnya," ungkapnya.

Baca juga: Terungkap, Anak Tiri Jadi Aktor Pembunuhan Takmir Masjid

Sastrawan mengatakan, atas perbuatan mereka, para pelaku akan dijerat Pasal 338 jo 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertangkap Hendak Curi Sapi, 2 Warga Muara Enim Tewas Dihakimi Massa

Tertangkap Hendak Curi Sapi, 2 Warga Muara Enim Tewas Dihakimi Massa

Regional
Ganjar Lantik 6 Pejabat Sementara untuk Gantikan Walkot dan Bupati yang Maju Pilkada

Ganjar Lantik 6 Pejabat Sementara untuk Gantikan Walkot dan Bupati yang Maju Pilkada

Regional
Maju di Pilkada Cilegon, Ini Jumlah Harta Kekayaan Pesinetron 'Cinta Fitri'

Maju di Pilkada Cilegon, Ini Jumlah Harta Kekayaan Pesinetron "Cinta Fitri"

Regional
Diduga Stres karena Pisah dengan Istri, Pria Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Diduga Stres karena Pisah dengan Istri, Pria Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Regional
Ingin Hapus Stigma RS Jadi Tempat Penularan Covid-19, Begini Cara Bupati Madiun...

Ingin Hapus Stigma RS Jadi Tempat Penularan Covid-19, Begini Cara Bupati Madiun...

Regional
Masuk Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Coreng Citra Sendiri

Masuk Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Coreng Citra Sendiri

Regional
Pemprov NTT Batalkan Larangan Warga Gelar Pesta di Tengah Pandemi Covid-19

Pemprov NTT Batalkan Larangan Warga Gelar Pesta di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Harta Kekayaan Calon Petahana yang Lawan Kotak Kosong di Pilkada Semarang

Harta Kekayaan Calon Petahana yang Lawan Kotak Kosong di Pilkada Semarang

Regional
Sumsel Ajukan 5 PJS Bupati ke Mendagri

Sumsel Ajukan 5 PJS Bupati ke Mendagri

Regional
Soal Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada di Surat Penetapan, Ini Penjelasan KPU

Soal Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada di Surat Penetapan, Ini Penjelasan KPU

Regional
Disuruh Ibunya Beli Kopi di Kios, Bocah Kelas 2 SD Diperkosa di Hutan

Disuruh Ibunya Beli Kopi di Kios, Bocah Kelas 2 SD Diperkosa di Hutan

Regional
Diduga Terpeleset Saat Mengejar Adiknya, Seorang Polwan Ditemukan Tewas di Sungai

Diduga Terpeleset Saat Mengejar Adiknya, Seorang Polwan Ditemukan Tewas di Sungai

Regional
Bertambah 33, Positif Covid-19 di Sulut Tembus 4.390 Kasus

Bertambah 33, Positif Covid-19 di Sulut Tembus 4.390 Kasus

Regional
Bertahan di Tengah Pandemi, Warga Prabumulih Produksi Jamu Siap Saji

Bertahan di Tengah Pandemi, Warga Prabumulih Produksi Jamu Siap Saji

Regional
Cegah Klaster SKB CPNS, Pegawai Kantor Bupati Probolinggo WFH 5 Hari

Cegah Klaster SKB CPNS, Pegawai Kantor Bupati Probolinggo WFH 5 Hari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X