Kompas.com - 22/07/2020, 18:00 WIB
Koordinator Wilayah TRC-PPA Kaltim, Rina Zainun saat mendampingi salah satu perempuan di Samarinda yang menjadi korban pelecehan seksual, Senin (15/6/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONKoordinator Wilayah TRC-PPA Kaltim, Rina Zainun saat mendampingi salah satu perempuan di Samarinda yang menjadi korban pelecehan seksual, Senin (15/6/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Selama satu tahun belakangan, ada sekelompok relawan di Samarinda, Kalimantan Timur, yang fokus mengurusi kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Saat ini mereka beranggotakan sekitar 35 orang yang rata-rata berstatus janda.
Mereka mengadvokasi kasus kekerasan anak dan perempuan tanpa digaji. Mereka tergerak secara sukarela.

Alasan di balik perjuangan para single mom ini, ternyata sebagian besar dari mereka, punya pengalaman sama yakni pernah jadi korban kekerasan.

Baca juga: Rumahnya Digusur, Janda Miskin 11 Anak Kini Tinggal di Tenda Darurat

Kesamaan pengalaman buruk itu yang mendorong mereka berjuang bersama.

Rina Zainun misalnya, janda tiga anak ini pernah mengalami kekerasan seksual saat duduk di kelas satu sekolah dasar.

“Sampai sekarang saya masih ingat terus kejadian itu. Pengalaman itu jadi dendam bagi saya melawan kekerasan seksual terhadap anak,” ungkap Rina saat ditemui Kompas.com di Samarinda, Rabu (22/7/2020).

Setelah dewasa, Rina menikah, tapi karena alasan tertentu, dia cerai bersama suaminya.

Meski jadi single parent, Rina selalu mendampingi kasus-kasus kekerasan anak dan perempuan saat masih di Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Samarinda.

Baca juga: Rumahnya Ambruk, Janda Tua di Cianjur ini Berharap Uluran Tangan

Pada 2019, dia keluar dari KPAID saat diminta menjadi Koordinator Wilayah Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak dan Perempuan (TRC-PPA) Kaltim.

Wadah yang dia pimpinan ini kemudian menampung sebagian besar para janda yang pernah jadi korban kekerasan di masa lalu.

“Ada banyak kasus kekerasan yang dialami oleh perempuan dan anak di Samarinda. Mereka rata-rata keluarga ekonomi kelas menengah ke bawah. Tapi karena pendampingan hukumnya mahal, sebagian dari mereka seolah pasrah terima kekerasan itu. Kami hadir membantu mereka-mereka yang tidak mampu itu,” terang Rina.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X