Sederet Aksi Joget TikTok di Jalanan Berujung Laporan Polisi, Ada yang Sambil Seberangi Tol

Kompas.com - 22/07/2020, 06:00 WIB
capture video tiktok 3 perempuan menari India di Jembatan Suramadu. KOMPAS.COM/A. FAIZALcapture video tiktok 3 perempuan menari India di Jembatan Suramadu.

KOMPAS.com- Kasus joget TikTok dengan pemilihan lokasi yang dianggap tak tepat rupanya terjadi di beberapa daerah.

Mereka nekat berjoget TikTok di jalanan hingga membahayakan pengendara lain dan diri sendiri.

Berikut sederet aksi tarian TikTok yang berujung pemanggilan oleh pihak kepolisian:

Baca juga: Viral Video Emak-emak Joget TikTok di Tol Sentono Pekalongan, Polisi: Ini Membahayakan Orang Lain

1. Di Jembatan Suramadu

Sejumlah pengendara roda dua dan roda empat melintas di Jembatan Suramadu.KOMPAS.com/GHINAN SALMAN Sejumlah pengendara roda dua dan roda empat melintas di Jembatan Suramadu.
Awal Juli 2020, sebuah video TikTok tiga wanita di Jembatan Suramadu viral di media sosial.

Ketiganya, LR, HS dan RR melakukan aksi membahayakan dengan berjoget diiringi lagu india.

Meski kendaraan berlalu-lalang, mereka seolah tak mempedulikan dan menari berganti-ganti posisi.

Joget TikTok mereka berbuntut panjang. Polisi mencari keberadaan tiga penari TikTok nekat itu.

Setelah mendatangi Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, tiga wanita asal Gringsing itu akhirnya membuat surat permintaan maaf.

Karena menyalahi aturan lalu lintas dan berhenti di jalur dengan kecepatan tinggi, mereka pun didenda Rp 500.000,00.

Denda tersebut sesuai yang tertera dalam pasal 287 ayat 1 juncto pasal 106 ayat 4 huruf A dan B Undang-Undang Lalu Lintas.

"Di Jembatan Suramadu memang ada rambu larangan berhenti karena rata-rata kendaraan yang melaju kecepatannya sangat tinggi dan sangat berbahaya sekali jika ada yang berhenti," ucap Ganis.

Baca juga: 3 Wanita yang Main TikTok di Jembatan Suramadu Minta Maaf, Didenda Rp 500.000

Pemisahan jalur pada zebra cross ini diharapkan dapat mengurangi macet akibat sesaknya warga yang ingin menyeberang. 
100Architects Pemisahan jalur pada zebra cross ini diharapkan dapat mengurangi macet akibat sesaknya warga yang ingin menyeberang.

2. Joget di zebra cross tiap lampu merah

Di Kota Mamuju, Sulawesi barat, tiga wanita lain nekat melakukan aksi berjoget TikTok di zebra cross.

Aksi ini dilakukan setiap kali lampu merah menyala, Senin (13/7/2020). Ketika lampu hijau mereka buru-buru menepi ke jalan.

Awalnya mereka berjoget di hadapan pengendara lainnya.

Namun, sejumlah pengendara kemudian memarkir kendaraan dan ikut berjoget bersama mereka.

Tetapi ada juga pengendara yang merasa terganggu dengan TikTok mereka yang dilakukan di jalan raya.

Kasat Lantas Polresta Mamuju AKP Kemas Idil Fitri menyayangkan tindakan ini.

Sebab, mereka menilai, jalan raya dan zebra cross bukan tempat mencari sensasi karena bisa membahayakan diri dan orang lain.

Akibatnya, ketika wanita itu pun akan dipanggil oleh polisi.

"Video ketiga wanita tersebut juga kita sudah save dan rencananya akan kita panggil terkait aksinya mengganggu warga di jalan raya,” jelas AKP Kemas Idil Fitri.

Pemanggilan dilakukan untuk memberi bimbingan agar aksi serupa tak terulang.

Baca juga: Video Viral 3 Wanita Joget TikTok di Zebra Cross, Dilakukan Setiap Lampu Merah Menyala

3. Joget TikTok di jalan tol

Emak-emak joget TikTok di Tol Sentono, Pekalongan, Jawa Tengah.ISTIMEWA Emak-emak joget TikTok di Tol Sentono, Pekalongan, Jawa Tengah.
Satlantas Polres Pekalongan Kota akan memanggil sejumlah ibu-ibu yang nekat melakukan aksi joget di exit Tol Sentono, Kota Pekalngan, Jawa Tengah.

Tujuh orang wanita itu berjoget sembari menyeberangi jalan tol.

Tayangan 17 detik itu mendapat sorotan lantaran membahayakan pengguna jalan dan ibu-ibu tersebut.

"Jalan tersebut merupakan jalur dengan kecepatan tinggi, karena itu exit tol. Ini bisa membahayakan bagi orang yang melakukan konten ataupun bagi pengguna jalan tol," sebut Sutono.

Akibatnya, kini tujuh orang tersebut diburu dan akan dipanggil oleh polisi untuk memberikan keterangan.

"Kami sudah mengantongi identitas yang membuat konten di jalan tersebut. Mereka orang Pekalongan. Kami, akan segera memanggil yang bersangkutan untuk tujuan membuat konten video tersebut," kata Kasat Lantas Polres Pekalongan Kota AKP Sutono

Sumber: Kompas.com (Penulis: Achmad Faizal, Junaedi | Editor: David Oliver Purba, Khairina, Teuku Muhammad Valdy Arief)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X