Kompas.com - 21/07/2020, 14:47 WIB
Mahmudin (55), ayah kandung seorang perempuan yang melahirkan anak ketiganya dengan kandungan hanya 1 jam sedang mengendong cucunya, Selasa (21/7/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAMahmudin (55), ayah kandung seorang perempuan yang melahirkan anak ketiganya dengan kandungan hanya 1 jam sedang mengendong cucunya, Selasa (21/7/2020).
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Heni Nuraeni (30), seorang ibu di Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tidak menyangka akan melahirkan anak ketiganya.

Pasalnya, sebelum melahirkan itu dirinya mengaku tidak merasa sedang hamil.

Terlebih lagi, setiap bulan sebelum melahirkan itu ia mengaku selalu rutin mengalami menstruasi.

Meski banyak terjadi kejanggalan dalam proses kehamilan dan persalinan tersebut, namun dirinya mengaku bersyukur karena anak ketiganya terlahir dengan selamat dan dalam keadaan sehat.

Baca juga: Viral Ibu di Tasikmalaya Melahirkan Setelah Merasa Mengandung 1 Jam, Ini Ceritanya

Perutnya mendadak membesar

Ilustrasi ibu hamil mudik dengan mobil. Ilustrasi ibu hamil mudik dengan mobil.

Peristiwa kelahiran anak ketiga dari pasangan suami istri Erik dan Heni tersebut terjadi pada Sabtu (18/7/2020) pukul 21.30 WIB.

Sekitar satu jam sebelum melahirkan itu, Heni mengaku merasakan mules dan sakit pada perut bagian kanan.

Rasa sakit yang dikeluhkan itu kemudian disusul dengan perutnya yang mengeras dan perlahan membesar.

"Saya awalnya aneh di dalam perut bagian kanan tiba-tiba mengeras hingga membesar dan merasakan mules seperti mau melahirkan, lalu orang tua saya memanggil bidan desa," tambah Heni.

Baca juga: Saya Kaget, Perut Tiba-tiba Mengeras dan Membesar, 1 Jam Kemudian Melahirkan

Melahirkan anak laki-laki

Ilustrasi bayi baru lahir.Shutterstock Ilustrasi bayi baru lahir.

Karena merasa hendak melahirkan itu, orangtuanya kemudian memanggilkan bidan desa setempat.

Satu jam setelah merasakan keanehan pada perutnya itu, kemudian ia melahirkan seorang bayi laki-laki.

"Awalnya sekitar satu jam sebelum lahiran saat berada di rumah saya merasakan sakit di bagian perut sebelah kanan dan ada gerakan hingga saya dibawa ke rumah bapak Mahmudin, (ayah kandung) hingga memanggil paraji (pembantu bidan) dan tak lama kemudian melahirkan," jelas Heni (30), saat ditemui di rumahnya pada Senin (20/7/2020).

Meski terjadi keanehan, namun proses persalinan yang dilakukan berjalan normal dan anak yang dilahirkan juga dalam keadaan sehat setelah dibantu bidan desa setempat.

Atas kelahiran anak ketiganya itu, ia langsung memberikan nama Lingga Cipta Radeva.

Heni mengaku bayinya lahir dengan normal dan sehat dengan berat 3,4 kilogram dan panjang 50 sentimeter.

Baca juga: Ibunya Dipiting Waktu Rio Dikeroyok Tetangganya hingga Tewas

Tidak menyangka hamil

Ilustrasi hamilHoneyriko Ilustrasi hamil

Meski anak ketiganya sudah terlahir dengan selamat, namun Heni mengaku masih tidak menyangka atas kejadian tersebut.

Sebab, ia selama ini tidak merasa sedang hamil.

Bahkan, setiap bulan ia mengaku selalu rutin mengalami menstruasi.

"Saya kaget sekali atas kelahiran anak ketiga ini karena tidak tahu sedang hamil, sekarang juga tengah menstruasi. Keluarga hanya berharap anaknya menjadi pembawa keberkahan untuk keluarga dan kondisi sekarang baik dan sehat," ujarnya.

Sementara ayah kandung Heni, Mahmudin membenarkan kejadian tersebut.

Diceritakan dia, anaknya yang mendadak hamil itu terjadi pada pukul 20.00 WIB.

Saat itu, ia sempat merasa panik karena anaknya mengeluhkan sakit dan terlihat perutnya juga membesar.

Karena mengaku merasa akan melahirkan, ia kemudian memanggilkan bidan desa.

"Perut yang dirasakan anak saya katanya saat sedang meniup balon dan mendadak membesar tetapi proses itu pelan-pelan membuatnya sekali menangis. Awalnya membesar pada bagian perut hingga naik ke dada dan sakit pada bagian punggung sampai terasa sesak hingga langsung lahir bayi," terangnya.

Penjelasan Dinkes

Ilustrasi dokter perempuan.SHUTTERSTOCK Ilustrasi dokter perempuan.

Kepala Seksi (Kasi) Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Reti Zia mengatakan, kasus kehamilan yang dialami Heni termasuk hal yang langka dan di Tasikmalaya baru kali ini terjadi.

Namun demikian, kasus itu pernah tercatat dalam dunia medis yang disebut dengan cryptic pregnancy atau kehamilan samar.

"Dalam kehamilan ada yang namanya cryptic pregnancy atau kehamilan samar terjadi pada wanita yang kelebihan berat badan atau siklus haid tidak teratur. Atau ada kelainan dalam kehamilan yang jarang terjadi yaitu ketika sel telur yang sudah dibuahi dan plasenta juga tak berkembang," singkatnya.

Hal sama juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Heru Suharto.

Menurutnya, apa yang terjadi pada Heni merupakan kasus Cryptic pregnancy atau kehamilan samar.

Pasalnya,tidak mungkin ada seorang perempuan hamil tanpa ada proses pembuahan, kehamilan normal, dan melahirkan.

"Informasi yang diterimanya, perut ibu itu tiba-tiba membesar dan tak lama kemudian melahirkan bayinya. Namun dalam pandangan medis, segala sesuatu ada prosesnya. Dalam hal ini, pasti ada proses pembuahan, kehamilan, dan melahirkan. Ini disebut Cryptic pregnancy," jelas Heru kepada wartawan di kantornya, Selasa (21/7/2020)

"Atau bisa jadi ada kemungkinan lain, tapi kalau mengacu ke ilmu medis hal seperti ini tidak mungkin. Kalau secara medis, ibu itu hamil tapi tak merasakan tanda-tanda kehamilan selama ini, padahal dirinya sedang hamil," pungkasnya.

Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha | Editor : Aprillia Ika



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X