Mahasiswi Difabel Ini Diangkat Jadi Staf Khusus Gubernur NTT, Begini Ceritanya

Kompas.com - 20/07/2020, 21:45 WIB
Dina Novista Noach (berbaju cokelat), yang menjadi staf khusus Gubernur NTT saat berpose bersama sejumlah teman disabilitas di Kantor Gubernur NTT, Senin (20/7/2020) KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BEREDina Novista Noach (berbaju cokelat), yang menjadi staf khusus Gubernur NTT saat berpose bersama sejumlah teman disabilitas di Kantor Gubernur NTT, Senin (20/7/2020)

"Saya kaget dan tidak percaya. Tidak terpikirkan sama sekali kalau akan ditunjuk langsung jadi staf khusus Gubernur," ungkap Dina kepada Kompas.com.

Dina pun mengaku, keluarganya merasa sangat senang dan bangga dengan jabatan barunya itu.

Kegembiraan bukan hanya datang dari keluarganya, melainkan juga teman-temannya.

"Teman-teman juga sangat senang karena akhirnya ada perwakilan disabilitas yang dipercaya pemerintah untuk mewakili suara teman-teman disabilitas dalam advokasi dan mereka juga sangat mendukung," ujar dia.

Saat ditunjuk untuk mengemban tugasnya itu, Dina awalnya sempat ragu karena sedang kuliah.

Namun, berkat dukungan dari teman-teman di organisasi dan teman-teman disabilitas lainnya, akhinya Dina menerima tawaran itu.

Dina yang merupakan anak kedua dari enam bersaudara buah cinta pasangan suami istri Christofel Noach dan Selfince Noach bertekad untuk bekerja sungguh-sungguh mendukung program Pemerintah Provinsi.

Baca juga: Gubernur NTT: Kita Tidak Butuh Superman, yang Dibutuhkan Supertim

"Jadi staf khusus Gubernur ini tugas utama saya itu membantu pemerintah dalam setiap proses pembangunan yang inklusi, sehingga sejumlah hak teman-teman disabilitas tidak terabaikan lagi," ungkap dia.

Meski baru masuk kerja, Dina telah menyiapkan sejumlah rencana kerja.

Satu di antaranya yakni bersama teman-temannya sedang berjuang supaya bisa mengurus Perda Provinsi tentang hak penyandang disabilitas.

Sebab, kata dia, Perda untuk kaum disabilitas di Kota Kupang sudah ada.

Dina pun berharap, pembangunan fisik dan non-fisik di Kota Kupang bisa lebih ramah disabilitas.

"Selain itu, saya juga berharap, semoga hak-hak disabilitas dapat kembali terpenuhi, tidak dipandang sebelah mata lagi, dan NTT bisa jadi salah satu provinsi yang inklusi," ujar dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X