Konawe Sultra Terendam Banjir hingga 3 Meter, Ribuan Warga Mengungsi

Kompas.com - 20/07/2020, 20:59 WIB
Warga Desa Laloika, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sultra terpaksa menggunakan perahu sebagai alat transportasi setelah banjir menerjang wilayah mereka. (Foto Istimewa) KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIWarga Desa Laloika, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sultra terpaksa menggunakan perahu sebagai alat transportasi setelah banjir menerjang wilayah mereka. (Foto Istimewa)

Sementara itu, ada 474 warga dari 140 kepala keluarga (KK) di Desa Ambulano, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi terisolasi akibat banjir yang menerjang sejak pekan lalu hingga Minggu (19/7/2020).

Akibatnya, jalan akses keluar-masuk ke desa itu ikut digenangi air setinggi tiga meter.

Satu-satunya cara untuk sampai di desa tersebut yakni dengan menggunakan perahu milik warga, dan perahu milik BPBD Konawe.

Baca juga: BNPB Ungkap Tiga Penyebab Banjir Bandang di Luwu Utara

Warga terpaksa mendirikan tenda darurat dan sebagian lagi mengungsi di gudang penampungan gabah.

Lokasi itu berjarak 1 kilometer dari rumah mereka yang sudah terendam air setinggi 1,5 meter sampai 3 meter.

Hanya perlengkapan tidur dan alat masak yang diboyong warga ke lokasi pengungsian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, hewan peliharaan juga ikut diungsikan, barang berharga itu sudah diamankan ke atas loteng rumah mereka.

Salah seorang warga Desa Ambulano, Kadek Saniasi mengaku, sejak Senin (13/7/2020) dirinya mengungsi di gudang penampungan gabah itu.

Baca juga: Update Korban Banjir Bandang Luwu Utara, 38 Orang Meninggal, 11 Masih Dicari

Empat orang anggota keluarga termasuk anak dan suami menyelamatkan diri di tempat pengungsian. Sementara barang elektronik diamankan di tempat yang lebih tinggi.

Kepala Desa Ambulano, Ketut Riawan menegaskan, sebagian warga enggan dievakuasi karena tidak ada jaminan keamanan karena mereka masih memiliki aset bergerak yang bisa digunakan pascabanjir.

“Televisi, mesin jahit, traktor, itu aset kita yang masih bisa kita gunakan setelah banjir, untuk bertahan hidup. Karena sawah kita sudah rusak, merugikan juta,” sebut Ketut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.