Walhi Beri Catatan soal Alih Fungsi Hutan Lindung Jadi Tambak Udang di Babel

Kompas.com - 20/07/2020, 14:11 WIB
Salah satu tambak udang dalam proses pembangunan di Tempilang, Bangka Barat. KOMPAS.com/HERU DAHNURSalah satu tambak udang dalam proses pembangunan di Tempilang, Bangka Barat.

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Keinginan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengubah ribuan hektar hutan lindung menjadi tambak udang mendapat catatan dari pegiat lingkungan.

"Pemprov Babel harus tegas melakukan pengawasan terkait kewajiban reklamasi. Apalagi status kawasan tersebut hutan lindung yang memiliki fungsi pokok sebagai wilayah resapan air, penahan abrasi wilayah pesisir, juga habitat bagi keanekaragaman hayati flora dan fauna endemik lokal," kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ( Walhi) Bangka Belitung, Jessix Amundian dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2020).

Baca juga: Lahan Hutan Lindung di Babel yang Rusak Bakal Diubah Jadi Tambak Udang

Jessix menuturkan, laju kerusakan lingkungan hidup di Babel saat ini memprihatinkan dan rentan dengan ancaman kekeringan.

Dalam catatan Walhi, selama 10 tahun seluas 1.053. 253.19 hektar lahan di Babel rusak dengan kondisi kritis dan sangat kritis atau 64,12 persen dari luas wilayah.

"Terdapat 121 perusahaan melakukan aktivitas produksi dalam kawasan hutan, termasuk di dalamnya aktivitas produksi tambang dalam kawasan hutan lindung," ujar dia.

Baca juga: Calon Pengantin di Palembang Tewas Dikeroyok Tetangga

Walhi mengingatkan, kawasan lindung harus dikembalikan lagi fungsinya seperti semula, sebagai upaya terhadap pemulihan dan penyelamatan lingkungan, serta ruang penghidupan masyarakat beserta kearifan lokalnya.

Menurut Jessix, dalam beberapa tahun terakhir, budi daya tambak udang skala besar menimbulkan polemik bagi lingkungan dan masyarakat, terutama wilayah pesisir.

Dimulai dari tata ruang, amdal dan izin lingkungan, konflik lahan, dugaan pencemaran limbah, dugaan land clearing kawasan mangrove serta kriminalisasi terhadap masyarakat pesisir.

"Seperti yang terjadi di Desa Rambat, Bangka Barat yang mempertanyakan terkait adanya dugaan pencemaran limbah tambak udang yang mencemari sungai di wilayah desa tersebut," kata Jessix.

Terkait hal itu, Walhi meminta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Pemprov untuk mempelajari kembali rencana alih fungsi kawasan hutan lindung eks tambang untuk kegiatan industri skala besar.

"Pekerjaan rumah seharusnya meminta pertanggungjawaban korporasi tambang atau pemilik IUP untuk menjalankan kewajibanya melakukan reklamasi sebagai upaya pemulihan," ucap Jessix.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung telah menggelar rapat koordinasi untuk mengubah ribuan hektar kawasan hutan lindung yang rusak sebagai tambak udang.

Wakil Gubernur Abdul Fatah mengatakan, rencana itu tertuang dalam program refungsionalisasi kawasan agar berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beruang Madu Hendak Seberangi Jalan Raya, Ini Dugaan Penyebabnya

Beruang Madu Hendak Seberangi Jalan Raya, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Video Sesama Polisi Diduga Ribut Saat Demo di Jambi, Ini Penjelasan Polda

Video Sesama Polisi Diduga Ribut Saat Demo di Jambi, Ini Penjelasan Polda

Regional
Menyoal Penggunaan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan, Pemilik Sebut untuk Kenangan Menikah Saat Pandemi

Menyoal Penggunaan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan, Pemilik Sebut untuk Kenangan Menikah Saat Pandemi

Regional
Bupati Bogor Sebut Pemicu Banjir dan Longsor di Kawasan Puncak

Bupati Bogor Sebut Pemicu Banjir dan Longsor di Kawasan Puncak

Regional
7 Penyusup Demo Mahasiswa di Banjarmasin Dipulangkan Setelah Dijemput Orangtuanya

7 Penyusup Demo Mahasiswa di Banjarmasin Dipulangkan Setelah Dijemput Orangtuanya

Regional
Mahasiswa yang Nyanyikan Lagu Menyinggung Polisi Saat Demo Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

Mahasiswa yang Nyanyikan Lagu Menyinggung Polisi Saat Demo Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

Regional
Viral, Video Beruang Madu Hendak Menyeberang Jalan Raya Kelok 44 Agam

Viral, Video Beruang Madu Hendak Menyeberang Jalan Raya Kelok 44 Agam

Regional
Kesaksian Mahasiswa soal Suasana Mencekam Saat Demo di Jambi

Kesaksian Mahasiswa soal Suasana Mencekam Saat Demo di Jambi

Regional
Libur Panjang, Pemudik Masuk Salatiga Wajib Bawa Surat Rapid Test

Libur Panjang, Pemudik Masuk Salatiga Wajib Bawa Surat Rapid Test

Regional
Libur Panjang, Pengelola Obyek Wisata di Bali Diingatkan Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Libur Panjang, Pengelola Obyek Wisata di Bali Diingatkan Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Detik-detik Seorang Pria Tewas Terbentur Gulungan Benang Layangan Milik Bocah SD

Detik-detik Seorang Pria Tewas Terbentur Gulungan Benang Layangan Milik Bocah SD

Regional
Alasan Perlunya Belanja Online Saat Pandemi

Alasan Perlunya Belanja Online Saat Pandemi

Regional
8 ASN Positif Covid-19, Kantor Pemkab Kendal Ditutup

8 ASN Positif Covid-19, Kantor Pemkab Kendal Ditutup

Regional
Berfoto dengan Paslon Bupati Menggunakan Simbol, Kepala Desa Jadi Tersangka

Berfoto dengan Paslon Bupati Menggunakan Simbol, Kepala Desa Jadi Tersangka

Regional
Fakta Adik Mantan Wali Kota Tanam 45 Pohon Ganja di Polybag untuk Penelitian Pupuk Organik dan Konsumsi Pribadi

Fakta Adik Mantan Wali Kota Tanam 45 Pohon Ganja di Polybag untuk Penelitian Pupuk Organik dan Konsumsi Pribadi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X