Menteri KKP Larang Pembabatan Mangrove untuk Tambak

Kompas.com - 20/07/2020, 07:21 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (kanan) melempar jaring saat panen udang siklus kedua di Kuala Penet, Lampung Timur, Minggu (19/7/2020). Hasil panen setiap siklus di area tersebut mencapai 16 ton. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (kanan) melempar jaring saat panen udang siklus kedua di Kuala Penet, Lampung Timur, Minggu (19/7/2020). Hasil panen setiap siklus di area tersebut mencapai 16 ton.


LAMPUNG, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meminta agar tambak budidaya tetap menjaga kelestarian hutan mangrove.

Menurut Edhy, kelestarian hutan mangrove tetap harus menjadi perhatian utama bagi keberadaan tambak udang yang berada di pesisir.

"Dua hal ini adalah sektor pertahanan kita di pesisir," kata Edhy usai panen udang vaname di Kuala Penet, Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Minggu (19/7/2020).

Baca juga: Menteri KKP Pastikan Tidak Ada Lagi Nelayan Ditangkap karena Cantrang

Menurut Edhy, keberlangsungan budidaya tambak dan kelestarian lingkungan itu adalah konsep untuk jangka panjang.

Edhy menyebutnya, konsep Silbo Berseri.

Konsep tersebut yakni tidak melakukan pembabatan hutan mangrove untuk membuat area tambak.

"Yaitu tetap berbudidaya perikanan atau tambak, namun tetap menjaga alam. Tidak hanya memertahankan, namun juga menambah agar lebih hijau," kata Edhy.

Baca juga: Pencari Lokan Menghilang di Air Keruh, Diduga Dimangsa Buaya

Edhy mengklaim, konsep tersebut tidak akan mengurangi produktivitas ikan maupun hasil tambak.

Secara garis besar, konsep tersebut yakni meluaskan hutan mangrove sebagai rumah bagi benih bandeng, kepiting, udang windu hingga kakap putih.

Sedangkan lahan tambak dengan memanfaatkan lahan milik masyarakat yang sudah ada, namun dengan sistem yang lebih diintensifkan.

"Banyak tambak masyarakat yang luas namun hanya menghasilkan paling banyak 500 kilogram saat panen. Dengan intensif, seharusnya setiap 1 hektar mampu menghasilkan 1 ton saat panen," kata Edhy.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Regional
Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

Regional
Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Regional
Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Regional
'Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi'

"Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi"

Regional
UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

Regional
Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Regional
Ular Sanca Meneror Warga di Tengah Reklamasi hingga Naik ke Ekskavator

Ular Sanca Meneror Warga di Tengah Reklamasi hingga Naik ke Ekskavator

Regional
Balita, Ibu Hamil, dan Lansia Dilarang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya Selama Libur Panjang

Balita, Ibu Hamil, dan Lansia Dilarang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya Selama Libur Panjang

Regional
Fakta Bocah 12 Tahun Diperkosa 10 Orang, Hilang 3 Hari dan Depresi Saat Pulang ke Rumah

Fakta Bocah 12 Tahun Diperkosa 10 Orang, Hilang 3 Hari dan Depresi Saat Pulang ke Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X