2 Kapal Vietnam Ditangkap Saat Mencuri Ikan di Laut Natuna

Kompas.com - 19/07/2020, 22:28 WIB
Dua kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam kembali berhasil diamankan di Laut Natuna Utara atau tepatnya di perairan Pulau Laut sekitar 20 Nautical Mile (NM) Utara Pulau Sekatung, salah satu pulau terdepan di Indonesia yang berada di wilayah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). DOK TNI ALDua kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam kembali berhasil diamankan di Laut Natuna Utara atau tepatnya di perairan Pulau Laut sekitar 20 Nautical Mile (NM) Utara Pulau Sekatung, salah satu pulau terdepan di Indonesia yang berada di wilayah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

NATUNA, KOMPAS.com - Sebanyak dua kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam ditangkap saat sedang memancing ikan di perairan Pulau Laut sekitar 20 mil laut utara Pulau Sekatung, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Kapal asing tersebut diamankan oleh TNI Angkatan Laut yang menggunakan KRI Yos Sudarso 35.

Sebelumnya, kapal TNI sudah mendeteksi keberadaan dua kapal mencurigakan yang berada di perairan pulau terdepan Kabupaten Natuna.

Baca juga: Menteri KKP Pastikan Tidak Ada Lagi Nelayan Ditangkap karena Cantrang

"Dua kapal ikan VIetnam tersebut terdeteksi oleh radar KRI Yos Sudarso dan posisi kedua KIA tersebut sangat dekat dengan perairan Pulau Laut," kata Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada I (Danguspurla Koarmada I) Laksamana Pertama TNI Didong Rio Duta melalui telepon, Minggu (19/7/2020).

Didong mengatakan, kedua kapal Vietnam tersebut sebenarnya terlihat sangat nyata oleh nelayan Natuna yang sedang melaut, karena posisi kedua kapal tersebut benar-benar dekat dengan Pulau Laut.

Ironisnya saat ditangkap, kedua kapal ikan Vietnam tersebut sedang asik menangkap ikan dengan menggunakan pair trawl atau pukat hela.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Total anak buah kapal (ABK) ada 10 orang dan diamankan sedang asyik mencuri ikan di Laut Natuna dengan menggunakan pair trawl," kata Didong.

Baca juga: Gara-gara Nasi Bungkus Napi, Kepala Lapas Dilaporkan ke Ombudsman

Sementara itu, Komandan KRI Yos Sudarso 353 Letkol Laut (P) Maman Nurachman melalui keterangan tertulisnya mengatakan, kedua kapal sama sekali tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah.

Dalam proses penangkapan KIA tersebut, pihak KRI tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, dengan melakukan penyemprotan disinfektan dan memeriksa kesehatan para nahkoda dan ABK.

Guna penanganan lebih lanjut, nahkoda dan ABK beserta barang bukti diserahkan ke Pangkalan TNI AL Ranai.

Selain itu, para ABK akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan isolasi selama 14 hari.

Penangkapan ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi di perairan Natuna dalam waktu satu bulan terakhir.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X