Kompas.com - 19/07/2020, 13:40 WIB
Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora didampingi pengacaranya saat ditemui Kompas.com di Waingapu, Sabtu (18/7/2020). KOMPAS.com/IGNASIUS SARA Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora didampingi pengacaranya saat ditemui Kompas.com di Waingapu, Sabtu (18/7/2020).

WAINGAPU, KOMPAS.com - Bupati Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Gidion Mbilijora melaporkan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat karena diduga melakukan fitnah, Selasa (14/7/2020).

“Saya sudah melaporkan ketua DPRD Sumba Timur dan saya tandatangani sendiri surat laporan itu," kata Gideon, saat ditemui Kompas.com, di Waingapu, Sabtu (18/7/2020).

Ketua DPRD yang dilaporkan itu adalah Ali Oemar Fadaq.

Kuasa Hukum Gidion Mbilijora, Matius Remijawa, mengatakan, kliennya melaporkan Ali dengan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan pemfitnahan.

Baca juga: Ketua DPRD Positif Covid-19, Ketua Gugus Tugas Pekalongan Akan Gelar Rapid Test Massal

Laporan itu diterima petugas SPKT II Polres Sumba Timur, Briptu Ronaldus Ama Kii, dengan nomor, LP/112/VII/Res. 1.18/2020/NTT/Res ST.

“Mengacu pada KUHP, tindak pidana pemfitnahan diancam pidana paling lama 4 tahun penjara sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 311 KUHP," papar Matius, yang didampingi rekannya Raymond Letidjawa.

Gidion Mbilijora mengungkapkan, ketua DPRD tersebut melontarkan pemfitnahan dan pencemaran nama baik terhadap dirinya saat melakukan sosialisasi calon bupati dan calon wakil bupati Sumba Timur dari Partai Golkar.

Hal itu terjadi di Kaliuda, Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, pada 1 Juli 2020 lalu.

“Dalam pernyataannya, Ali Oemar Fadaq menyebut, saya tidak berkomitmen dan sampah. Saya menekan para camat dan kepala desa untuk tidak mendukung salah satu paket di Pilkada Sumba Timur 2020. Ini pemfitnahan yang luar biasa,” kata Gidion.

Gidion melanjutkan, semua tudingan dari Ali Oemar Fadaq yang mengarah kepada dirinya merupakan sebuah pembohongan publik, pencemaran nama baik, dan pemfitnahan.

“Saya meminta beliau untuk membuktikan semua tudingannya dalam pemeriksaan di kepolisian nanti," tegas Gidion.

Adapun barang bukti yang disertakan dalam laporan Gidion di kepolisian, yaitu 1 buah flashdisk dan 1 bundel transkrip orasi Ali Oemar Fadaq.

Baca juga: Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Positif Covid-19

Gidion Mbilijora juga melaporkan pemilik akun Facebook Relawan ULP-YHW ke Polres Sumba Timur.

“Akun Facebook Relawan ULP-YHW melakukan siaran langsung pidato atau orasi dari Ali Oemar Fadaq yang mencemarkan nama baik saya," ujar Gidion.

Pengacara Gidion, Matius Remijawa mengatakan, dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat 3 UU ITE dan diancam pidana dalam Pasal 45 ayat 3 UU ITE dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

Dihubungi secara terpisah, Kapolres Sumba Timur AKBP Handrio Wicaksono membenarkan adanya laporan dari Bupati Sumba Timur Gidion terhadap Ketua DPRD Ali atas dugaan pencemaran nama baik.

“Iya betul, kami sudah menerima resmi laporan dari bapak bupati atas nama Drs Gidion Mbiljora pada tanggal 14 Juli 2020,” kata Handrio yang ditemui Kompas.com di ruang kerjanya, Senin (20/7/2020).

Saat ini, polisi sedang melakukan proses penyelidikian. Petugas sudah memeriksa beberapa saksi yang diajukan pihak pelapor. Polisi juga akan memeriksa pelapor dalam waktu dekat.

Polisi memeriksa barang bukti berupa flashdisk yang sudah diserahkan pelapor. Video yang ada dalam flashdisk tersebut akan diperiksa dan dibuat transkrip ke dalam Bahasa Indonesia di salah satu universitas di Waingapu.

Polisi juga akan memeriksa ahli bahasa apabila transkrip tersebut sudah ada. Hal ini dilakukan untuk memastikan ada atau tidak adanya unsur pencemaran nama baik dalam transkrip dari video tersebut.

“Kalau memang ada, nanti akan kami koordinasikan lagi kepada ahli bahasa. Kira-kira pasal apa yang bisa diterapkan untuk memperkuat laporan dari bapak bupati,” ujar Handrio.

Handrio mengakui, sampai saat ini belum ada surat pemeriksaan kepada terlapor. Hal ini karena penyidik masih memperkuat saksi dan alat bukti.

“Apabila kami sudah yakin dan sudah bisa mengarah kepada suatu perbuatan pidana, kami akan periksa terlapor sebagai saksi,” ujar Handrio.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X