Kampung Warna-warni Yoboi, Obyek Wisata Baru di Jayapura yang Muncul di Tengah Pandemi Covid-19

Kompas.com - 19/07/2020, 09:27 WIB
Suasana di dermaga warna-warni Kampung Yoboi, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (18/7/2020) KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDISuasana di dermaga warna-warni Kampung Yoboi, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (18/7/2020)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Di tengah menurunnya ekonomi karena adanya pandemi virus corona baru atau Covid-19, ada sebuah kampung di Kabupaten Jayapura, Papua, yang justru tengah menggeliatkan sektor pariwisatanya.

Termpat tersebut adalah Kampung Yoboi yang kini dikenal dengan sebutan "kampung warna-warni".

Sebutan tersebut muncul karena kampung yang merupakan wilayah terapung dan berada di pinggiran Danau Sentani itu, memiliki dermaga yang berwarna-warni dan kemudian viral di media sosial.

Untuk menuju Kampung Yoboi, kita harus menyebrang menggunakan perahu kecil dari Dermaga Yahim dengan tarif Rp 5.000/kepala dan jarak tempuhnya hanya sekitar 10 menit.

Baca juga: Risma: Selamat Berjuang Mas Gibran

Baru sekitar satu bulan Kampung Yoboi ramai dikunjungi wisatawan dan pada akhir pekan jumlah pengunjung bisa mencapai 600 orang.

Ternyata cerita di balik berubahnya Kampung Yoboi menjadi objek wisata tidak lepas karena terkurungnya para pemuda di kampung tersebut karena pandemi Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Billy Tokoro, warga Kampung Yoboi yang menjadi salah pencetus ide untuk mewarnai dermaga, mengungkapkan, ide membuat dermaga warna-warni justru karena corona dan disambut baik oleh masyarakat.

"Kami berembuk dan 15 pemuda mengumpulkan dana sampai Rp 2 juta dan akhirnya mencat dermaga," kata Billy, saat ditemui di Kampung Yoboi, Sabtu (18/7/2020).

Setelah selesai dicat, Billy mengaku mengundang beberapa komunitas fotografi untuk mendokumentasikan dermaga yang telah berwarna-warni.

Namun, ia melarang mereka untuk mengunggah foto yang diambil ke media sosial.

"Saya yakin unggahan pertama itu sangat penting, makanya saya larang mereka upload sebelum kami tentukan foto mana yang bisa dinaikan. Akhirnya, ada satu foto yang dipilih dan kemudian tempat kami viral," tutur dia.

Sejak saat itu, Kampung Yoboi ramai dikunjungo wisatawan dan merubah perekonomian masyarakat.

Wisata budaya

Situasi di Kampung Yoboi, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Papua, yang kini menjadi objek wisata karena keberadaan dermaga warna-warninya. selain itu, di kampung tersebut terdapat warung- warung yang menawarkan makanan tradisional Papua berupa Ouw dan Ulat Sagu, Jayapura, Papua, Sabtu (18/7/2020)KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI Situasi di Kampung Yoboi, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Papua, yang kini menjadi objek wisata karena keberadaan dermaga warna-warninya. selain itu, di kampung tersebut terdapat warung- warung yang menawarkan makanan tradisional Papua berupa Ouw dan Ulat Sagu, Jayapura, Papua, Sabtu (18/7/2020)

Meski direncanakan dalam waktu singkat, apa yang ada di Kampung Yoboi bisa dibilang sangat menggambarkan kebudayaan masyarakat pesisir Papua, mulai dari seni hingga kulinernya.

Karena mulai ramai dikunjungi wisatawan, banyak dari warga Yoboi yang kemudian berjualan kuliner khas Sentani, seperti, Ouw, ulat sagu bakar, mujair, kacang dan jagung.

Alforida Walli, salah seorang warga Yoboi yang berjualan Ouw mengatakan, makanan tersebut merupakan perpaduan antara sagu bakar, kelapa dan pisang matang.

"Ouw ini makanan turun temurun yang dulunya pernah jadi makanan pokok kami," kata Alforida.

Baca juga: 3 Bulan Dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Gubernur Lukas Enembe Kembali ke Jayapura

Meski merupakan makanan tradisional Sentani, tapi tidak sedikit pengunjung di Kampung Yoboi ingin mencicipi makanan tersebut.

Selain kuliner, para pemuda di Yoboi juga menawarkan jasa melukis wajah dengan ornamen khas Papua yang banyak diminati pengunjung.

Alhasil ketika kita mengelilingi Kampung Yoboi, maka akan mudah ditemui pengunjung yang wajahnya telah digambar dengan ornamen Papua.

Selain itu, pengunjung di Yoboi juga dimanjakan dengan adanya taman gizi di hampir setiap teras rumah warga.

Taman gizi menurut Biily Tokoro sebenarnya dulu ditanam di perahu atau panci bekas, lalu Mery Suebu Tokoro, istri mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu, mengusulkan untuk membuat taman gizi di atas kerambah.

Tanaman yang ditanam adalah bayam, sawi, kangkung cabut, kol, kemangi, cabai, tomat, daun bawang, sereh dan lainnya.

Namun saat terjadi Pandemi Covid-19, terang Billy, pemerintah pusat membuat program ketahanan pangan yang kemudian diadaptasi oleh pemkab Jayapura dengan menggelontorkan dana Rp 100 juta untuk tiap kampung.

Baca juga: Jaga Kawasan Pantai Papua, Sejumlah Relawan Lakukan Sulam Mangrove

Di Kamlung Yoboi kemudian setiap rumah mendapat Rp 500.000 dari pembagian dana tersebut dan mengembangkan taman gizi.

"Awalnya itu cuma untuk konsumsi warga saat pandemi, tapi saat dermaga kami viral, pengunjung yang datang justru ingin membelinya dan jadi tambaham pemasukan bagi warga," ujar Billy.

Tidak sampai di situ, Kampung Yoboi juga memiliki hutan sagu yang masih cukup asri dan akan segera dikembangkan sebagai salah satu objek wisata pelengkap.

Tanam pohon sagu

Situasi di Kampung Yoboi, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Papua, yang kini menjadi objek wisata karena keberadaan dermaga warna-warninya. selain itu, di kampung tersebut terdapat warung- warung yang menawarkan makanan tradisional Papua berupa Ouw dan Ulat Sagu, Jayapura, Papua, Sabtu (18/7/2020)KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI Situasi di Kampung Yoboi, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Papua, yang kini menjadi objek wisata karena keberadaan dermaga warna-warninya. selain itu, di kampung tersebut terdapat warung- warung yang menawarkan makanan tradisional Papua berupa Ouw dan Ulat Sagu, Jayapura, Papua, Sabtu (18/7/2020)

Informasi mengenai ramainya Kampung Yoboi yang menjadi objek wisata baru di tengah pandemi covid-19 rupanya juga sampai di telinga Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw.

Ia pun menyempatkan diri mengunjungi Kampung Yoboi pada Sabtu (18/7/2020) siang.

Melihat langsung situasi di Kampung Yoboi, Waterpauw pun memberi apresiasi karena mereka mampu mempertahankan budaya dan menyesuaikannya dengan perkembangan zaman.

"Kampung ini sangat energik, inisiatif, memiliki berbagai karya yang baik, karenanya kami hadir di sini," kata dia.

"Saya juga sarankan bagaimana mereka terus berkarya mempertahankan kampung ini, kita harus dorong agar otonomi kampung itu diberdayakan sehingga orang kampung merasa menjadi tuan di tanahnya sendiri," sambung Waterpauw.

Pada kesempatan tersebut, Waterpauw juga melakukan penanaman bibit pohon sagu di wilayah adat Kampung Yoboi.

Baca juga: Polisi Sita 3 Koli Atribut Negara Republik Federal Papua Barat di Pegunungan Bintang

Menurut dia, keberadaan hutan sagu di lokasi tersebut masih bagus dan harus dipertahankan eksistensinya.

"Kami membuat pencanangan penanaman pohon sagu karena kami tahu hampir 17.000 hektare lahan milik kampung ini memang dipelihara baik sehingga kita perlu mendukung dengan menanam kembali pohon yang sudah dipanen," tutur dia.

Kapolda juga mengingatkan masyarakat Kampumg Yoboi yang kini telah menjadi daerah wisata untuk menjaga kebersihan.

Waterpauw pun ikut turun langsung melakukan pembersihan di perairan Kampung Yoboi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.