Kisah SD dengan Murid 13 Orang, Tetap Laksanakan Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

Kompas.com - 18/07/2020, 07:14 WIB
Ruang Kelas SD Wonolagi, Gunungkidul KOMPAS.COM/MARKUS YUWONORuang Kelas SD Wonolagi, Gunungkidul

 

YOGYAKARTA,KOMPAS.com-SDN Wonolagi, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, sudah menjadi langganan kekurangan murid.

Sebab, dusun Wonolagi jauh dari dusun yang lain sisi utara harus menyeberang sungai, dan sebelah selatan harus melewati hutan. 

Memasuki tahun ajaran baru, SD yang berdiri sejak 1980 ini hanya mendapatkan dua murid untuk kelas I, dan total ada 13 orang.

"Saat ini total ada 13 pelajar, yang kosong kelas 2 dan 6," kata Kepala SD Wonolagi Marsudiyanti kepada wartawan  Jumat (17/7/2020).

Baca juga: Dari Kampung Petani nan Sepi, 6 Siswa SD Buat Video Klip Lagu, Ajak Anak-anak Semangat di Masa Pandemi

"SD kami hanya menampung anak usia sekolah dari Padukuhan Wonolagi saja yang didiami oleh 49 kepala keluarga (KK)," ucap Yanti.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dijelaskan, SD Wonolagi merupakan sekolah khusus yang diperuntukkan bagi warga Dusun Wonolagi, karena lokasinya cukup jauh dari sekolah lain.

Berapa pun jumlah murid, sekolah itu tetap harus terus memberikan layanan kepada para siswa.

Siswa baru setiap tahun minim disebabkan karena anak usia sekolah di Wonolagi cenderung sedikit.

Meski jumlah siswanya sedikit dan murid berasal dari lingkungan sekitar, pihak sekolah tetap menerapkan sistem belajar dari rumah (BDR).

Pihak sekolah baru saja menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). MPLS digelar 3 hari dengan tatap muka. Setelah itu dilanjutkan kegiatan pembelajaran secara daring atau BDR.

"Pernah mengajukan ke Disdikpora Gunungkidul, apakah boleh tetap belajar di sekolah mengingat jumlah pelajarnya sedikit sekali. Tapi akhirnya diputuskan tetap dengan BDR," ucap Yanti. 

Untuk pembelajaran, mulai dari tugas hingga ulangan harian dilakukan lewat grup aplikasi percakapan. Terkadang fasilitas panggilan video (video call) juga digunakan untuk berinteraksi. 

Salah seorang siswa, Adinda Saputri, pelajar kelas 3 mengatakan, dirinya belajar menyimak video pembelajaran yang dikirimkan gurunya menggunakan gawai milik ibunya Dwi Astuti. Padahal rumah dengan sekolah hanya beberapa meter.

"Belajar menggunakan HP saya, Kalau saya belikan sendiri, takutnya tidak bisa mengontrol penggunaannya," kata Astuti.

Baca juga: Demo Tuntut Pembukaan SD Diduga Suruhan, Bupati Pamekasan akan Panggil Kepala Sekolah

Selama belajar di rumah, ada beberapa kesulitan diantaranya harus menjelaskan materi pelajaran ke anak.

Namun demikian, guru SD Wonolagi terbuka untuk membantu dengan memberikan pengarahan melalui pesan singkat maupun telepon. 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan, SD Wonolagi merupakan merupakan sekolah layanan khusus, sehingga tetap menerima berapapun jumlah siswanya. Hal ini lantaran dusun tersebut berada jauh dari wilayah lain. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X