Pembunuh Siswa SMK yang Ditemukan Penuh Luka Tusuk di Bantaran Sungai Ditangkap

Kompas.com - 17/07/2020, 16:32 WIB
Kapolres Pekalongan Kota Jawa Tengah AKBP Egy Adrian Suez menunjukkan sebilah pisau untuk menghabisi nyawa Arya. Korban tewas di bantaran sungai oleh temannya sendiri NK. Kompas.com/Ari HimawanKapolres Pekalongan Kota Jawa Tengah AKBP Egy Adrian Suez menunjukkan sebilah pisau untuk menghabisi nyawa Arya. Korban tewas di bantaran sungai oleh temannya sendiri NK.

PEKALONGAN, KOMPAS.com - Polisi menangkap NK (17), terduga pembunuh seorang remaja bernama Arya Reza yang mayatnya ditemukan warga di bantaran Sungai Setono, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Saat diperiksa polisi, NK mengaku korban yang merupakan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) adalah temannya.

Dia tega membunuh karena ingin menguasai sepeda motor korban untuk dijual.

Baca juga: Warga Pekalongan Temukan Mayat Penuh Luka Tusuk Tergeletak di Bantaran Sungai

Uang dari penjualan sepeda motor Arya hendak dipakai untuk modal menikahi kekasihnya. NK mengatakan, sudah didesak pacarnya agar segera dinikahi.

"Uangnya untum senang-senang juga untuk menikah," ujar NK dalam konferensi pers di Mapolres Pekalongan, Jumat (17/7/2020).

NK juga mengakui sudah merencanakan aksinya. Korban diajak ke tempat sepi kemudian ditusuk dengan pisau yang sudah dipersiapkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Adrian Suez mengatakan penangkapan pelaku berawal dari hasil olah TKP. Sejumlah bukti yang ditemukan mengarah ke NK.

Baca juga: Banjir Rob di Pekalongan Rendam Dua Kecamatan, Ribuan Warga Terdampak

Polisi kemudian menangkap NK di sekitar Stadion Hoegeng Kota Pekalongan.

"Motif pelaku ingin menguasai sepeda motor korbannya," kata Egy Suez saat konferensi pers.

Dari tangan NK, polisi menyita sepeda motor hasil rampasannya dan sebilah pisau yang digunakan untuk membunuh.

"Pelaku dijerat pasal 365 KUHP yaitu pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ungkap Kapolres Egy




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X