Pembalakan Liar Hutan Sumbar Cepat Dideteksi Melalui Alat Sensor Guardian

Kompas.com - 17/07/2020, 11:29 WIB
Ilustrasi TOTO SIHONOIlustrasi

PADANG, KOMPAS.com - Sebanyak 12 kasus pembalakan liar di hutan Sumatera Barat terdeteksi melalui alat sensor akustik Guardian.

Alat sensor akustik yang dipasang di hutan itu mengirimkan notifikasi adanya aktivitas chain shaw atau gergaji pemotong pohon.

"Sepanjang 2019 ada 210.000 notifikasi dan 2020 hingga juni ini ada 180.000 notifikasi. Terkuak ada 12 kasus pembalakan liar di hutan," kata Manager Program KKI Warsi Rainal Daus yang dihubungi Kompas.com, Jumat (17/7/2020).

Baca juga: Anggota DPRD Sumbar Terima Laporan Dugaan Pembalakan Liar di Daerah Bencana

Rainal mengatakan sejak 2019 lalu, Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Sumbar telah memasang 6 alat sensor akustik Guardian di hutan nagari atau desa.

Tujuannya adalah untuk menjaga hutan nagari di Sumatera Barat dari aktifitas pembalakan liar.

Alat ini mampu mendeteksi suara mesin gergaji (chain shaw) pemotong kayu, suara mobil dan suara tembakan yang notifikasinya bisa diketahui.

"Alat ini dikembangkan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) WARSI bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) dan Pemerintah Nagari," kata Rainal.

Baca juga: 4 Daerah di Sumbar Buka Sekolah 13 Juli, Ombudsman: Jangan Sampai Jadi Klaster Baru...

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Yozarwardi Usama Putra mengatakan sistem operasi Guardian telah membantu dan memudahkan tim Patroli LPHN di 6 desa untuk melakukan pemantauan secara real time.

"Selain itu juga mengefektifkan kinerja Tim Patroli LPHN dalam mengumpulkan barang bukti atas temuan lapangan berupa rekaman suara, foto temuan lapangan, serta titik koordinat lokasi temuan," jelas Yozarwardi.

Menurut Yozarwardi, teknologi itu menciptakan tantangan baru dalam hal menyangkut kapabilitas tim patroli dalam melakukan penindakan atas temuan lapangan.

"Hal ini akan kita sinergikan dengan tim dalam penindakan dugaan kasus pembalakan liar. Ini sebenarnya membantu kinerja kita dalam melindungi hutan," kata Yozarwardi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
Pesona Mata Biru dari Siompu

Pesona Mata Biru dari Siompu

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X