Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/07/2020, 10:33 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Sunarmi tidak dapat menahan emosinya karena tiga sampai empat kali dalam sehari, harus memutar kampung mencari anaknya yang sudah tidak kerasan di rumahnya.

Ia harus menyisir beberapa rumah tetangganya untuk menemukan anaknya.

Ia juga harus menunda pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, seperti memasak, mencucui, memberi pakan ternak dan pergi ke ladang mengurusi pertanian.

Suatu hari, ia mendapati anaknya yang sudah duduk di bangku SD kelas 2 di SDN Tebul Barat, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, sedang berkumpul dengan teman-temannya.

Mereka lagi asyik bermain game online di gawainya.

Baca juga: Player PUBG Mobile Dipolisikan Atas Dugaan Penghinaan Agama

Sunarmi langsung mengajak anaknya pulang.

Sejak pagi, anaknya sudah pergi untuk bermain. Bahkan, belum sempat sarapan, sudah menghilang dari rumahnya.

"Kalau urusan bermain, anak saya lupa makan, lupa mandi dan sampai lupa mau pulang," ujar Sunarmi, kepada Kompas.com, Jumat (17/7/2020).

Setibanya di rumah, Sunarmi melanjutkan kebiasannya, memarahi anaknya.

Karena tak dapat mengendalikan emosinya, ponsel yang dibuat bermain game online anaknya, diambilnya kemudian dibanting hingga rusak.

"Anak saya sudah kecanduan game hp sejak sekolahnya ditutup. Sehari-hari kegiatannya bermain dari pagi sampai malam," kata Sunarmi.

Sunarmi sempat berpikir akan memondokkan anaknya ke pesantren agar bisa mendapatkan pendidikan yang baik.

Namun, pikirannya berubah karena terbebani biaya pendidikannya. Sunarmi mengurus anaknya sendirian setelah ditinggal suaminya.

Selama tiga bulan lebih, Sunarmi merasa kawatir dengan nasib pendidikan dan masa depan anaknya.

Ketika ada ibu-ibu yang mengajak untuk ujuk rasa ke sekolah menuntut agar sekolah dibuka kembali, dirinya langsung setuju.

"Saya takut anak saya bodoh, makanya saya ikut menuntut sekolah dibuka lagi," ungkap dia.

Baca juga: Polisi Kesulitan Lacak Pelaku yang Diduga Hina Agama Saat Bermain PUBG Mobile

Tugas sekolah yang diberikan oleh gurunya secara online, hanya diterima anaknya di awal-awal sekolah ditutup karena pandemi.

Namun, belakangan pembelajaran itu sudah tidak pernah dilakukan. Guru di sekolahnya sudah tidak pernah mengirimkan tugas.

Sunarmi juga sering tidak punya uang untuk membeli paket data internet. Kalaupun ada data internet, sering cepat habis dipakai bermain game oleh anaknya.

Junariyah, wali murid lainnya di SD Tebul Barat, juga merasakan kesulitan mengontrol anaknya yang sudah tidak masuk sekolah selama hampir 4 bulan.

Sehari-hari kegiatan anaknya lebih banyak dihabiskan dengan bermain.

Satu-satunya kegiatan pendidikan yang diperoleh anaknya, hanya ketika mengaji di surau.

"Untung anak saya masih bisa mengaji di surau. Kalau di sekolah, sudah masuk 4 bulan libur tidak ada pelajaran," ujar Junariyah.

Junariyah mengaku, kesulitan untuk mendidik sendiri dan mendampingi anaknya belajar di rumah.

Baca juga: Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Perempuan yang hanya tamatan madrasah ini terkadang tidak tahu dengan isi buku pelajaran anaknya yang duduk di bangku kelas 5.

"Kalau saya mengajar sendiri di rumah, banyak tidak tahu isi pelajaran bukunya. Makanya sekolah harus dibuka lagi agar anak-anak bisa masuk lagi," ungkap dia.

Perubahan yang terjadi pada anaknya, dirasakan Junariyah hanya pada perubahan warna kulit sejak pandemi Covid-19, yakni semakin gelap.

"Seharian main layangan terus kulitnya semakin gelap," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.