Kompas.com - 16/07/2020, 22:20 WIB
Para korban arisan online membuat laporan di Polresta Palembang, lantaran bandar arisan telah kabur. Setidaknya para korban mengalami kerugian hingg ratusan juta rupiah akibat kejadian tersebut, Kamis (28/3/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAPara korban arisan online membuat laporan di Polresta Palembang, lantaran bandar arisan telah kabur. Setidaknya para korban mengalami kerugian hingg ratusan juta rupiah akibat kejadian tersebut, Kamis (28/3/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Puluhan perempuan yang menjadi korban penipuan arisan online membuat laporan di Polrestabes Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (16/7/2020).

Para ibu-ibu tersebut melaporkan HI (32) bandar arisan online yang mendadak hilang tanpa jejak.

Fitrilia (29) salah satu perwakilan yang membuat laporan mengatakan, arisan online yang digarap oleh HI dibagi menjadi 12 kloter.

Baca juga: Kasus Pengunduran Diri 64 Kepala Sekolah SMP Diadukan ke KPK

Namun, saat Fitrilia giliran mendapatkan arisan senilai Rp 10 juta, HI yang menjadi bandar arisan mendadak sulit dihubungi.

"Bahkan saat kami datangi ke rumahnya HI ini juga tidak ada," kata Fitrilia saat membuat laporan di Polrestabes Palembang, Kamis.

Menurut Fitrilia, saat dirinya kesulitan menghubungi HI, ia mencoba menanyakan hal tersebut kepada peserta arisan online yang lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ternyata para peserta lain juga mengalami hal serupa.

"Kami ada puluhan yang tertipu, kloter yang saya ikuti ini Rp 600.000. Tapi yang lain juga ada yang sampai jutaan. Kalau ditotal dengan peserta lain, kami merugi Rp 100 juta lebih," kata dia.

Baca juga: Pengunduran Diri 64 Kepala Sekolah SMP Ternyata Bukan Kali Pertama

Fitrilia bersama rekan-rekannya berharap polisi cepat bertindak dan menangkap pelaku penipuan.

"Kami sudah kesal karena berapa kali dihubungi susah. Bahkan sekarang sudah hilang, kami sepakat menempuh jalur hukum," kata Fitrilia.

Baca juga: Kasus Penusukan Kapolsek, 10 Ibu-ibu Termasuk Jadi Tersangka

Kepala SPKT Polrestabes Palembang AKP Heri membenarkan adanya laporan tersebut.

Heri mengatakan, polisi saat ini sedang memeriksa para saksi untuk mengejar pelaku.

"Terlapor ini motifnya membuka arisan secara online dan diikuti puluhan orang. Namun saat para korban ini mendapatkan giliran uang arisan, pelakunya mendadak hilang. Pelaku sekarang masih kita kejar," kata Heri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
'Children of Heaven' dari Baubau, Sulawesi Tenggara

"Children of Heaven" dari Baubau, Sulawesi Tenggara

Regional
Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Regional
Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Regional
Jateng Jadi Provinsi Pelayanan Investasi Terbaik 2021, Ganjar Janji Perhatikan Pengusaha Kecil

Jateng Jadi Provinsi Pelayanan Investasi Terbaik 2021, Ganjar Janji Perhatikan Pengusaha Kecil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.