Gubernur Kalbar Copot 2 Kepala SMK, PGRI: Tidak Boleh Sewenang-wenang

Kompas.com - 16/07/2020, 20:56 WIB
Gubernur Kalbar Sutarmidji saat ditemui di ruang kerjanya. TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRIGubernur Kalbar Sutarmidji saat ditemui di ruang kerjanya.

 

PONTIANAK, KOMPAS.com – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Barat Profesor Samion berharap, Gubernur Sutarmidji lebih dulu memanggil dua kepala sekolah menengah kejuruan ( SMK) yang diduga memungut biaya seragam sebelum mencopotnya.

“Sebelum dicopot tentu lebih bijak bilamana yang bersangkutan dimintai klarifikasi biar semuanya jelas dan keputusan pencopotan dapat diterima semua pihak,” kata Samion kepada wartawan, Kamis (16/7/2020).

Menurut dia, perkara copot mencopot itu mudah. Tapi semuanya harus jelas. Dan yang bersangkutan harus dibuktikan telah melanggar ketentuan yang ditetapkan secara tertulis oleh pemerintah.

Baca juga: Gubernur Kalbar Akan Berhentikan 2 Kepala SMK di Pontianak yang Pungut Biaya Seragam

Dia menjelaskan, seragam sekolah adalah identitas siswa yang berstatus pelajar. Sepanjang tidak memberatkan dan ada kesepakatan antara komite sekolah dengan orangtua, tentu tidak masalah.

“Tentunya harus ada tim yang melakukan pembinaan terutama dari Dinas Pendidikan. Tidak boleh ada tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan pihak Pemprov,” ucap Samion.

Dia melanjutkan, sebelum seragam sekolah ditetapkan, malah justru menimbulkan kecemburan sosial yang tajam.

Anak-anak yang orangtuanya mampu, membeli pakaian sesuai kemampuan orangtuanya karena tidak dibatasi, sementara anak yang orangtuanya tidak mampu menggunakan pakaian seadanya.

“Nah inikan menimbulkan kesenjangan yang sangat mencolok. Sehingga dibuat seragam, agar semuanya sama,” ungkap Samion.

Baca juga: Gubernur Kalbar: Tak Perlu Beli Seragam Baru, Beban Orangtua Murid Sudah Berat

Diberitakan, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyebut, ada dua sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Pontianak yang masih melalukan pungutan tak wajar kepada siswa baru.

Menurut dia, dua kepala SMK tersebut dalam waktu dekat akan diberhentikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Regional
Jadi Arena Balapan Truk, Lokasi Wisata Pantai Cemara Tuban Ditutup

Jadi Arena Balapan Truk, Lokasi Wisata Pantai Cemara Tuban Ditutup

Regional
'Kalau Mau Kriminalisasi Langsung Saja, Enggak Usah Berbelit-belit Pakai Prosedur Ngawur'

"Kalau Mau Kriminalisasi Langsung Saja, Enggak Usah Berbelit-belit Pakai Prosedur Ngawur"

Regional
Siswa yang Nikah Dini di Lombok Tengah Didenda Membayar Sejumlah Uang ke Sekolah, Ini Alasannya

Siswa yang Nikah Dini di Lombok Tengah Didenda Membayar Sejumlah Uang ke Sekolah, Ini Alasannya

Regional
Detik-detik Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Pria Selingkuhannya di Kamar Hotel

Detik-detik Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Pria Selingkuhannya di Kamar Hotel

Regional
Kuasa Hukum Bahar bin Smith: Ini Bukan Upaya Pembungkaman Lagi, tapi Kriminalisasi

Kuasa Hukum Bahar bin Smith: Ini Bukan Upaya Pembungkaman Lagi, tapi Kriminalisasi

Regional
Erupsi Merapi 10 Tahun Lalu, Pandu Kenang Saat Terobos Hujan Abu untuk Antarkan Oksigen

Erupsi Merapi 10 Tahun Lalu, Pandu Kenang Saat Terobos Hujan Abu untuk Antarkan Oksigen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X