Komplotan Pembuat KTP Palsu Mengaku Bisa Urus KTP dalam Sehari, Biayanya Rp 1,5 Juta

Kompas.com - 16/07/2020, 19:40 WIB
Kapolsek Tampan Kompol Hotmartua Ambarita melakukan ekspos pengungkapan kasus pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP palsu dengan empat orang tersangka di Polresta Pekanbaru, Rabu (16/7/2020). KOMPAS.com/CITRA INDRIANIKapolsek Tampan Kompol Hotmartua Ambarita melakukan ekspos pengungkapan kasus pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP palsu dengan empat orang tersangka di Polresta Pekanbaru, Rabu (16/7/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Polsek Tampan di Kota Pekanbaru, Riau, berhasil membongkar kasus pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik atau e- KTP palsu. Dalam kasus ini, empat orang pelaku berhasil diamankan.

Kapolsek Tampan Kompol Hotmartua Ambarita mengatakan, keempat pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

Empat orang tersangka bernama Rizki Kurniawan alias Wawan (25), Agus Salim alias Mas Bro (33), Asri alias Pak Asri (43), dan satu orang wanita, Yora Indah alias Yora (39). Satu dari empat tersangka merupakan mahasiswa, yaitu Rizki Kurniawan.

Baca juga: Kasus Artis HH, Polisi Kejar Fotografer J hingga Periksa Pemalsuan Surat HH untuk ke Medan

"Keempat pelaku telah kami tetap sebagai tersangka dan saat ini dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Ambarita pada Kompas.com melalui keterangan tertulis, Kamis (16/7/2020).

Ambarita menjelaskan, terkuaknya kasus pembuatan KTP palsu ini setelah pihak kepolisian mendapat laporan dari korban bernama Okzi Saputra warga Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Tampan.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (10/6/2020) lalu sekira pukil 16.00 WIB di samping sebuah hotel di Jalan HR Soebrantas.

Baca juga: Pemobil Ugal-ugalan Sengaja Tabrakkan Mobil Polisi lalu Kabur, Sempat Tabrak Pemotor Lain

Awalnya, korban mendapat informasi dari tersangka Yora bahwa tersangka mengaku bisa membuat e-KTP siap dalam waktu satu hari.

"Korban bertemu dengan tersangka. Kemudian, tersangka meminta bayaran Rp 1,5 juta biaya pembuatan KTP. Korban waktu itu memberi uang Rp 1 juta, sedangkan sisanya dibayar setelah KTP selesai jam 22.00 WIB," kata Ambarita.

Setelah korban memberikan data-data pribadinya, selanjutnya tersangka pergi yang katanya membuat KTP.

Baca juga: Kadisdik Inhu: 64 Kepala Sekolah SMP Kompak Mundur, Mengaku Diganggu Oknum LSM Soal Dana BOS

Namun, beberapa jam setelah ditunggu, tersangka tak kunjung datang. Merasa tertipu, korban melaporkan ke Polsek Tampan.

Tak lama setelah itu, tersangka datang menemui korban untuk memberikan KTP palsu.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perpanjangan PSBB Tidak Cukup, Gubernur Banten Siapkan Langkah Ini

Perpanjangan PSBB Tidak Cukup, Gubernur Banten Siapkan Langkah Ini

Regional
Selain Multazam, Pendaki Thoriq Rizki Juga Tewas di Gunung Piramid...

Selain Multazam, Pendaki Thoriq Rizki Juga Tewas di Gunung Piramid...

Regional
Pertama Kali, Burung Mandar Hitam Terlihat di Danau Limboto

Pertama Kali, Burung Mandar Hitam Terlihat di Danau Limboto

Regional
Cerita Pilu Anak Dicabuli Ayah Tiri Selama 6 Tahun, Berawal Saat Ibu Opname karena Keguguran

Cerita Pilu Anak Dicabuli Ayah Tiri Selama 6 Tahun, Berawal Saat Ibu Opname karena Keguguran

Regional
Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Regional
Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Regional
67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Regional
Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Regional
Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Regional
Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Regional
Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Regional
Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Regional
Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Regional
Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X