Ridwan Kamil: Inpres Soal Denda Tak Pakai Masker Sedang Disiapkan

Kompas.com - 16/07/2020, 19:30 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di RSHS Bandung beberapa waktu lalu. KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di RSHS Bandung beberapa waktu lalu.

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil masih melakukan finalisasi Peraturan Gubernur sebagai dasar hukum soal denda bagi warga yang tak mengenakan masker di tempat umum

Emil pun menyatakan, aturan itu akan didukung oleh instruksi Presiden yang akan terbit dalam waktu dekat.

"Nah (hukuman masker) ini sama. Dasar hukumnya kan ada Pergub. Jadi dasar hukum kita ada Pergub. Kedua, kemarin pak Jokowi menyampaikan bahwa minggu ini ada inpres untuk pendisiplinan selama pandemi. Tambah lagi kekuatan dasar hukumnya," kata Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: Push-Up Tak Mempan, Hukuman Tak Pakai Masker di Banjarbaru Kini Denda Rp 250.000

Emil menegaskan, sanksi tak pakai masker bukan perkara denda uang. Ada opsi sanksi lain berupa kerja sosial.

"Jadi kalau ditanya soal dasar hukum, pergub diperkuat inpres. Nah, sanksi sosial itu ada di situ. Jadi pilihannya membayar atau sanksi sosial. Bukan hanya denda. Jadi dua duanya dipersiapkan," ucapnya.

Kebijakan Emil pun didukung Anggota DPRD Jabar dari Partai Demokrat Asep Wahyu Wijaya. Ia berpendapat denda itu tak masalah sebagai cara pendisiplinan warga. Namun, aturan itu harus diimbangi dengan pembagian masker yang masif dari pemerintah.

Baca juga: Mulai 27 Juli, Warga Tak Pakai Masker di Jabar Didenda Hingga Rp 150.000

"Saya kira tidak masalah dengan pengenaan denda itu sepanjang Pemprov Jabar bisa memastikan ketersediaan masker untuk warga tercukupi dan penerapannya pun dapat dilakukan dengan efektif. Jangan sampai aturan mendisiplinkan ini terkendala oleh sulitnya warga mendapatkan maskernya dan minimnya perangkat satpol PP dalam melakukan penegakan di lapangan," paparnya.

Jika penyediaan masker untuk warga terfasilitasi, kata dia, aturan ini dinilai lebih fair.

"Pelayanan publiknya bisa dipenuhi, sanksi tidak ada masalah. Tapi, akan menjadi konyol kalau Pemprov Jabar hanya menuntut denda tapi kewajibannya dia sendiri abaikan," tambahnya.

Baca juga: Warga Kota Tasikmalaya Dikenai Denda Rp 100.000 jika Tak Pakai Masker

Adapun nominal denda yang berkisar Rp 100.000 - Rp 150.000, Asep menilai nilai itu masih relatif kecil dibandingkan kebijakan denda di Bekasi yang mencapai Rp 250.000.

"Pointnya adalah pada tujuan mendisiplinkan warga dalam menghadapi pandemi ini. Beban yang harus ditanggung akan jauh lebih mahal kalau ada warga yang terpapar. Besaran menjadi relatif, kalo dianggap kecil malah kita khawatir warga pun akan menyepelekan meski Pemprov sudah memberikan masker," jelasnya. 

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Alasannya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Alasannya

Regional
4 Kasus Pasien Covid-19 Terjun dari Ruang Isolasi RS, Minta Dipulangkan dan Lompat Saat Petugas Shalat

4 Kasus Pasien Covid-19 Terjun dari Ruang Isolasi RS, Minta Dipulangkan dan Lompat Saat Petugas Shalat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Multazam Tewas di Jurang Gunung Piramid | Kerabat Luhut Meradang di Pilkada Medan

[POPULER NUSANTARA] Multazam Tewas di Jurang Gunung Piramid | Kerabat Luhut Meradang di Pilkada Medan

Regional
Seorang Nelayan Tewas Diduga akibat Ditabrak Perahunya Sendiri

Seorang Nelayan Tewas Diduga akibat Ditabrak Perahunya Sendiri

Regional
Bukannya Melindungi, Guru Silat Tersohor di Kalsel Cabuli Muridnya hingga Hamil, Ini Faktanya

Bukannya Melindungi, Guru Silat Tersohor di Kalsel Cabuli Muridnya hingga Hamil, Ini Faktanya

Regional
Dua Pekan Dirawat karena Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Meninggal

Dua Pekan Dirawat karena Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Meninggal

Regional
Perpanjangan PSBB Tidak Cukup, Gubernur Banten Siapkan Langkah Ini

Perpanjangan PSBB Tidak Cukup, Gubernur Banten Siapkan Langkah Ini

Regional
Selain Multazam, Pendaki Thoriq Rizki Juga Tewas di Gunung Piramid...

Selain Multazam, Pendaki Thoriq Rizki Juga Tewas di Gunung Piramid...

Regional
Pertama Kali, Burung Mandar Hitam Terlihat di Danau Limboto

Pertama Kali, Burung Mandar Hitam Terlihat di Danau Limboto

Regional
Cerita Pilu Anak Dicabuli Ayah Tiri Selama 6 Tahun, Berawal Saat Ibu Opname karena Keguguran

Cerita Pilu Anak Dicabuli Ayah Tiri Selama 6 Tahun, Berawal Saat Ibu Opname karena Keguguran

Regional
Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Regional
Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Regional
67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Regional
Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X