Unik, di TK Mutiara Padang, Bayar Uang Sekolah Pakai Sampah Plastik

Kompas.com - 16/07/2020, 17:15 WIB
Pembayaran uang sekolah di TK Mutiara menggunakan sampah plastik Kompas. com/RahmadhaniPembayaran uang sekolah di TK Mutiara menggunakan sampah plastik

PADANG, KOMPAS.com - Pembayaran uang sekolah di TK Mutiara yang beralamat di Jalan Bukit Ngalau Kelurahan Batu Gadang Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang Sumatera Barat ini cukup unik.

Jika biasanya sekolah meminta pembayaran uang sekolah dengan uang, namun di TK Mutiara ini pembayaran uang sekolah dengan sampah plastik.

“Sebelumnya saya melihat banyak orang tua yang menunggak dan tidak mampu membayar uang sekolah anaknya. Kemudian muncul lah ide saya untuk pembayaran uang sekolah dengan sampah. Kondisi ekonomi orangtua di lingkungan sekolah menengah ke bawah,”ujar Asri Astianingsih ke Kompas.com, Rabu (15/7/2020).

Baca juga: Kadisdik Inhu: 64 Kepala Sekolah SMP Kompak Mundur, Mengaku Diganggu Oknum LSM Soal Dana BOS

Agar orangtua siswa tak menunggak bayar uang sekolah

Asri menjelaskan orangtua siswa minimal menabungkan sampah plastiknya sebanyak 1 kilogram yang dihargai Rp 6.000.

Harga tersebut jauh lebih mahal dibandingkan harga pengumpul barang bekas. Hal itu dilakukan demi membantu orangtua siswa.

“Harga di pengumpul barang bekas satu kilogramnya sampah plastik tersebut hanya Rp 3.000 paling mahal. Untuk uang sekolah satu bulannya sebesar Rp 150.000,”paparnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak semua jenis sampah plastik yang bisa dijual orang tua siswa, sampah yang bisa dijual tersebut seperti sampah plastik minuman sachet dan sabun mandi.

Baca juga: Kisah Dokter Andani, Kepala Lab Unand yang Jadi Pahlawan Sumbar Kendalikan Covid-19 (1)

Kurangi sampah plastik

“Jadi sampah yang akan dijual ke kami itu harus bersih. Jika tidak bersih kami tidak mau membelinya, artinya orangtua siswa itu harus membersihkannya terlebih dahulu,” jelasnya.

Dengana danya program pembayaran uang sekolah dengan sampah ini menurut asli, jumlah sampah plastik di sekitaran sekolah jauh lebih berkurang.

Hal ini dikarenakan para orangtua murid mengumpulkan sampah tersebut untuk ditabungkan dan dijadikan pembayar uang sekolah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X